Monday, May 20, 2013

"Kopi Pahit"

"Saya yakin hampir semua di antara kita pernah, bahkan sering, membeli kopi di toko kopi yang hampir dapat kita jumpai di setiap mal/pusat perbelanjaan. Baik itu kita memang suka mengonsumsi kopi, sekedar bersantai di gerai kopi, ataupun hanya mencoba.
Bagi penggemar kopi pahit, rasa pahit dan aroma dari kopi tersebut tentu akan memberikan suatu kenikmatan yang khas. Namun bagi yang bukan penggemar kopi pahit, tentu hal ini menjadi hal yang sangat-sangat tidak menyenangkan bagi lidah mereka. Kebanyakan di antara orang-orang yang tidak menyukai kopi pahit dan pertama kali mencoba membeli kopi pahit, mereka akan kaget dengan pahitnya kopi tersebut, dan hampir semua dari orang tersebut, hampir dipastikan akan melakukan reaksi berupa menambahkan gula pada kopinya, dengan harapan kopi tersebut akan menjadi manis dan sesuai dengan selera lidah mereka.
Namun apakah yang terjadi demikian? Tidak. Kopi pahit yang mereka coba tidak berubah menjadi pahit. Tapi menjadi kopi pahit, yang juga manis. Rasanya akan menjadi semakin aneh dan semakin tidak menyenangkan di lidah. Bahkan cenderung mengundang lambung untuk memuntahkan isi perut.
Namun yang ingin disampaikan dari artikel ini adalah pembelajaran dari fenomena tersebut, di mana menambahkan gula pada kopi yang pahit, bukanlah tindakan yang tepat untuk membuat kopi menjadi manis. Menambahkan gula ke dalam kopi yang pahit hanya akan menjadikan rasa dari kopi tersebut semakin tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Jadi, ketika kita mendapat rasa kopi yang tidak sesuai dengan keinginan kita, menambahkan unsur lain (seperti gula, susu, ataupun hal lainya) dengan harapan rasa pahitnya akan hilang, hal itu jelas bukanlah tindakan yang tepat. Ada 2 hal yang dapat Anda lakukan untuk mendapat rasa kopi lain sesuai apa yang Anda inginkan:
1. Meminum habis kopi tersebut, kemudian menuangkan atau memasukkan kopi/minuman lain yang rasanya sesuai selera.
2. Membuang kopi pahit tersebut, kemudian menuangkan kopi/minuman lain yang sesuai dengan selera.

Terlepas dari perbedaan prinsip dari kedua tindakan tersebut, yang pasti kedua tindakan ini pada prinsipnya memiliki fungsi dan tujuan yang sama, yaitu mengosongkan wadah, dan mengisinya dengan yang baru. Tidak ada yang salah dari kedua tindakan tersebut, yang penting adalah jangan menyayangkan/menyesali materi/pengorbanan yang dikorbankan untuk membeli kepahitan tersebut. Lepaskan saja tanpa ada keterikatan. Syukurilah kepahitan tersebut, karena dari kepahitan tersebut setidaknya Anda tahu rasa rasa pahit itu sendiri.
Selayaknya seseorang yang kecewa dengan kopi yang dia beli karena ternyata pahit, tidak enak di lidah, tidak sesuai dengan harapanya, bahkan malah membuat ingin muntah, begitupun dalam hidup kita, terkadang kita dihadapkan pada kenyataan/kejadian/keputusan yang tidak kita sukai, tidak kita harapkan, bahkan sangat menyakitkan buat kita.
Ketika kita masih belum bisa menerimanya, masih menyimpan kebencian, kesakitan, dan kedengkian di hati kita, kita terkadang malah berusaha memasukkan hal-hal lain ke hati kita dengan cara melakukan hal-hal gegabah sebagai pelampiasan. Bukan kebahagiaan yang didapat, malah penyesalan yang kita dapatkan.
Ketika kita belum bisa menerima semuanya, masih akan terdapat kebencian, kedengkian, dan kesakitan dalam hati. Apapun yang Anda lakukan untuk menghilangkanya tidak berbeda seperti memasukan gula ke kopi pahit tadi. Untuk itu, kita harus menerima dan mengampuni segala sesuatunya terlebih dahulu, tidak berbeda seperti mengosongkan gelas untuk diisi kembali. Ketika Anda menerima, melepaskan, dan mengampuni semuanya, Anda sudah mengosongkan hati Anda, dan siap untuk menampung kebaikan yang sudah menanti" -Ivander Wijaya-

Artikel diatas adalah salah satu artikel yang ditulis oleh teman gw Ivander yang didedikasikan dia untuk Pak Andre Wongso.

Dari artikel dia gw menyadari satu hal, yah sama seperti hidup yang sedang gw jalani saat ini, dimana gw sedang berada pada titik kekecewaan, merasa gagal, dihadapkan pada keputusan yang paling gak gw sukai, atau bahkan saat ini semua berjalan seperti yang tidak gw harapkan. yang menarik dari artikel vander adalah kalimat "jangan menyayangkan/menyesali materi/pengorbanan yang dikorbankan untuk membeli kepahitan tersebut. Lepaskan saja tanpa ada keterikatan. Syukurilah kepahitan tersebut, karena dari kepahitan tersebut setidaknya Anda tahu rasa rasa pahit itu sendiri."
dari persoalan yang sedang gw hadapi ini gw belajar bahwa hidup itu gak selamanya manis, hidup itu terkadang adalah sebuah pilihan yang harus kita pertanggungjawabkan, hidup itu kadang seperti sebuah pertandingan dimana setiap pemainnya menantikan garis akhir, dan bahwa dalam hidup itu kita harus merasa gagal agar kita tahu apa itu arti kata gagal.

Kadang mungkin memang segala yang kita lakukan tidak dihargai orang lain, bukan karena mereka tidak menghormati kita, tapi karena mereka tidak tahu jika menjadi diri kita.
satu kalimat yang gw ingat dari seorang manta guru gw dulu, beliau pernah berkata "selesaikanlah setiap tugas yang dibebankan kepadamu hingga mencapai garis akhir, bahkan ketika pada akhirnya orang tidak menghargainya."
bukankah dalam hidup ini setiap kita masing-masing dibebankan pada sebuah tugas yang memang harus diselesaikan?
at least dari artikel vander gw diingatkan untuk "mengosongkan" wadah, dengan cara menerima segala kepahitan kopinya terlebih dahulu, sehingga gw siap mengisi wadah gw dengan kopi yang jauh lebih manis. yang terpenting disini gw harus belajar menerima agar tidak menyesal telah mencicipi kopi pahit yang sudah gw pilih sekalipun itu mengorbankan materi dan waktu.

Akhirnya gw minta doa restu dari si penulis kopi pahit ini juga agar gw bisa melewati masa-masa sulit ini, sehingga di post berikutnya gw bisa menulis tentang "kopi manis" atau malah "kopi setengah manis, setengah kecut" yang penting jangan kopi pahit terus ya nder.

Tuesday, May 14, 2013

Nostalgila

Ini tentang cerita masa kecil gw.

Ide post kali ini akan dimulai dari seorang keponakan yang melihat tantenya main iPad dan dia berpikir kalo tablet yang satu ini setara dengan gameboy pada masa kecil gw.
Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu gw pergi ke rumah sepupu gw, disana sambil iseng-iseng (lebih tepatnya karena bosan gak ngapa-ngapain) gw mengeluarkan computer tablet gw sambil baca berita (maklum gw anak yang cukup kepo dengan urusan politik dan berita-berita seputarnya, terlepas dari berita gosip ala-ala infotainment, lol.) sambil baca-baca di epaper nya kompas, keponakan gw dateng dengan raut wajah memelas sambil bilang "kukuh mau dipijitin gak?", muka gw langsung mengerut sambil berpikir tumben-tumbenan nih anak mijitin paling minta choki-choki lagi kayak waktu itu, worth it lah kalo choki-choki dibayar pijitan (pikiran gw saat itu), "kamu mau minta apa sama kukuh?" (to the point gw nanya dulu ke ini anak), dan dia bilang "pinjem mainannya kuh", gw makin bingung mainan apa yang gw punya sampe ini anak semurah ini menawarkan jasa pijitnya ke gw, dan dari matanya gw udah melihat pandangan dia merujuk ke arah iPad gw, "ini maksudnya?" (sambil nunjukin iPad gw nanya lagi ke dia), dan dengan senyum kemenangan karena signalnya berhasil gw tangkap dia bilang "iya! satu game satu pijitan gimana?" (dia masih berusaha nawar), gw perjelas lagi "satu game, satu pijitan? pijitannya berapa menit?" dia diem, dan bilang "kalo aku injekin kukuh berarti satu kali jalan, menitnya nanti tergantung lamanya aku jalan" (gw mulai merasa dibodohi dengan anak kencur satu ini). dengan muka datar gw bilang "kalo kukuh minta diinjekin sepuluh kali berarti kamu main sepuluh game, satu kali jalan paling setengah menit, nah kalo main game sampe game over bisa lima menit lebih, gak ada pilihan yang lebih enak apa?", muka dia manyun, ninggalin gw sambil tereak "kukuh pelit!", sumpah ini anak cumi gw kan cuma mencari sebuah solusi yang win-win, kenapa jadi dia yang lebih galak? ini sebenernya yang tante yang mana yang keponakan yang mana sih, koq galakan dia *mikir*

Setelah anak cumi bau kencur itu sukses meninggalkan gw, gw lanjut lagi dengan berita di depan gw, sambil sedikit berpikir, dia bilang iPad gw ini mainan, bahkan sebenernya ini iPad fungsinya lebih dari sekedar buat main angry bird sama tample run menurut gw, tapi di mata keponakan gw, ini gak lebih dari sekedar "mainan", dulu jaman gw sekecil dia yang namanya mainan buat gw itu bekel, congklak, tazoz, bola, monopoli, uler tangga, halma, ludo, paling mewah mainan gw dulu itu nitendo, gameboy dan playstation, tapi anak sekarang mainannya udah iPad aja.

Kejadian ini sempat membuat gw balik ke masa lalu gw, saat gw masih kecil.
gw inget bagaimana gw menghabiskan masa kecil gw dengan seorang koko dan bagaimana pengalaman-pengalaman itu masih membekas dalam diri gw, gw bersyukur karena gw tidak termasuk dalam jajaran anak yang memiliki masa kecil yang kurang bahagia, karena koko gw selalu berusaha membahagiakan gw, gw bersyukur karena orang tua gw cukup memberikan warna di masa kecil gw (jujur gw bukan anak yang kekurangan dari sisi financial, orang tua gw selalu memberikan hadiah mainan yang sedang trend saat itu kalo nilai kita bagus, kita bisa les apapun yang kita mau kalo kita niat tapi jujur aja lebih banyak gak niatnya jadi lebih banyak terpaksanya kalo disuruh les, dan mereka cukup memperlakukan gw dan koko dengan adil).

Kenangan gw akan di mulai dari.....
gw sering takut tidur sendiri meskipun waktu masih kecil gw dan koko sekamar dan ranjang kita ranjang susun tapi tetep aja gw sering takut kalo harus tidur di kasur sendiri, dan kejadian ini sering berujung pada : gw bangun tengah malem, ngebangunin koko, dan gw minta dia temenin, dengan setengah sadar koko akan menjawab "yaudah gak usah takut, tidur sama gw aja sini, turunin bantalnya" kemudian gw bakalan turunin bantal gw beserta boneka-boneka gw sampai kasur koko penuh. atau kalo gw masih ribut gak bisa tidur juga dia bakalan bacain gw dongeng atau bahkan dia sendiri yang mendongeng buat gw, meskipun kadang dongeng bikinan dia terdengar weird dan gak masuk akal tapi paling engga hal itu sukses bikin gw ngantuk (mungkin karena ceritanya yang susah dicerna sampe otak gw pun menolak untuk mendengarnya).
gw inget ketika siang hari abis pulang sekolah koko suka ajak gw main sepeda siang-siang sebelum pergi les, gw inget ketika pulang les sebelum lanjut les yang berikutnya kita masih main bola di atap rumah sama anak-anak tetangga, gw inget bagaimana koko ngajarin gw ngerakit tamiya, bahkan gw masih inget gimana rasanya di bonceng koko naik sepeda kalo mau pergi sekolah, dan yang paling tidak terlupakan adalah bagaimana rasanya di kejar anak-anak kampung yang membuat kita berdua harus lari dari gang ke gang sampe nyasar gara-gara koko ngajakin mereka ribut (waktu itu kalo gak salah ceritanya gw pergi les dan dipalakin sama anak kampung, pulangnya gw ngadu ke koko dan doi bilang "tenang! besok lu pergi les sama gw", keesokannya saat dia anterin gw les entah dia ngomong apa yang akhirnya bikin anak-anak kampung itu tersinggung dan membuat mereka pengen ngegebukin koko, jadilah kita berdua lari kalang kabut sekenceng-kencengnya dari gang ke gang, berita baiknya anak-anak kampung itu kehilangan jejak kita, berita buruknya gw trauma pergi les dan yang lebih buruknya kita nyasar gak bisa balik).
Gw masih ingat bagaimana rasanya main petasan jangwe yang dibeli hendri (sepupu gw) tiap dia main ke rumah, gw masih ingat aktifitas gw tiap minggu pagi sebelum ke sekolah minggu (mantengin tivi yang isinya kartun chibimarukochan, P-man, doraemon, crayon shinchan, ditektif conan, dan yang lainnya karena biasa nyambung dan durasinya rata-rata setengah jam), gw masih ingat rasanya menyisihkan uang jajan untuk beli buku komik, dan bahkan gw masih ingat rasanya jajanan tenda depan sekolahan gw (santo yoseph), yang adanya dari menjelang magrib sampai malem, biasanya kalo gw sama koko laper kita cari makanan disana, dan menu favorit kita adalah pecel lele, sate ayam dan cakwe (behhh minta ke gw alamatnya, wajib coba! semoga sekarang tukangnya belom regenerasi ya biar rasanya masih sama, heheheh) tapi beneran awal-awal gw pindah ke daerah rumah gw yang sekarang gw gak menemukan pecel lele seenak yang di didepan santo yoseph itu, tapi sekarang ada sih yang jual mirip-mirip rasanya cuma tetep aja enakan yang disana, sampe awal-awal pindah kesini gw kepengen balik lagi ke daerah rumah gw yang dulu (sampe sekarang juga masih kepengen sih, lol).

Yah, itu sedikit banyak yang gw ingat dari masa kecil gw, yang bikin gw bersyukur adalah gw punya koko yang ngefans sama satria baja hitam yang suka membuat dia pengen selalu tampil bak super hero, yaa jujur aja dia udah sukses koq jadi super hero, at least untuk gw :')
ada serunya juga punya koko, serunya kita jadi bisa punya banyak temen yang umurnya diatas kita *lhoo*
iya tapi serius deh, gw berasa kalo dulu gw dewasa sebelum waktunya, selain gw punya temen yang seumuran sama gw, gw juga berteman dengan temen-temennya koko, bahkan sekarang beberapa masih keep contact sama gw yang lucunya mereka udah lost contact sama koko *nah lohh, tingkat kepo gw udah separah ini kah?*

Hemm mungkin ini alasan kenapa gw sering galak dengan mantan-mantannya koko dulu, karena gw merasa kalo mereka adalah saingan gw yang akan merebut perhatiannya koko hahahaha... cemburu buta gitu ceritanya, karena koko udah jadi tempat pelarian dan tempat segala curhat dan unek-unek gw makanya gw takut kalo dia bakalan gak ada lagi buat gw saat dia udah punya pacar.
satu perbincangan yang masih gw ingat, waktu itu kejadiannya gw lagi curhat sama koko, selesai curhat gw spontan nanya sama dia "ko, gimana kalo nanti lu udah married? lu pasti gak bakalan ada lagi buat gw, buat dengerin curhatnya gw, buat dengerin keluh kesahnya gw, dan saat itu pasti gw akan merasa kesepian deh", dan koko jawab "saat gw married nanti pasti lu juga udah menemukan seseorang yang tepat buat menggantikan posisi gw."
dengan mantapnya dia bilang begitu dulu disaat kenyataannya sekarang dia sudah menemukan seseorang yang tepat buat pendampingnya dan gw masih terjebak move on, dasar cumi! sebelum gw menemukan pengganti posisi lu, jangan harap lu dapet restu dari gw.

Well, gw bersyukur gw mengalami satu masa dimana teknologi belum secanggih sekarang, gak kayak anak-anak sekarang yang taunya iPad itu setara gameboy, yang taunya kalo mau makan tinggal delivery, yang taunya super hero itu the avengers, bukannya power rangers, satria baja hitam atau ultraman, yang tahunya facebook bukan friendster.

Monday, May 6, 2013

Just Want to Share

Pernahkah kalian sulit sekali melepaskan sesuatu dalam diri kalian?
ketika kalian memiliki beban, masalah, atau apapun dalam hidup kalian?
sekalipun rasanya kalian sudah berdoa dan berserah tetapi gak menemukan jawaban yang kalian mau, merasa bahwa doa kalian tidak didengar, merasa kalau masalah ini tidak menemukan titik terang.

Di post kali ini gw ingin sedikit share tentang pengalaman gw.
yah, gw juga pernah merasakan hal-hal diatas, meskipun gw berpegang teguh dengan kalimat "serahkan segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu" tetapi koq gw merasa kalo gw tetap khawatir, tetap kepikiran dengan masalah itu seakan masalah itu sudah menjadi titik central semua perasaan campur aduk gw. di setiap doa gw selalu minta Tuhan angkat beban gw tapi gw sendiri gak berhenti memikirkan masalah itu, sampai disini gw tau bahwa gw gak sepenuhnya percaya, bahwa gw gak sepenuhnya berserah, cuma ucapan gw doang yang seakan yakin bahwa beban gw akan di angkat, disatu sisi gw tetap menggenggam erat masalah gw ini dan gak mau sepenuhnya gw kasih ke Tuhan, alhasil gw jadi krisis iman. tiap hari berdoa, tiap hari renungan tapi tetep aja gw muter-muter di masalah itu lagi, itu lagi.

Sampai di satu minggu waktu gw ke gereja si pastor kotbah, kotbah ini yang paling gw inget sampai detik ini, kira-kira dua atau tiga bulan yang lalu.
dia bercerita tentang sebuah tradisi cara berburu binatang di India, jadi katanya orang India sering sekali berburu monyet, mereka akan membuat sebuah kotak  dengan 2 lubang kecil yang kira-kira ukuran lubangnya hanya sebesar tangan si monyet. di dalam kotak itu ditaruh buah-buah apel, ketika si monyet lewat atau datang dia akan melihat buah apel yang banyak didalam kotak tersebut dan secara spontan akan mengambil buah apel itu melalui 2 lubang yang sudah di buat tadi. gw juga baru tahu bahwa monyet punya sifat serakah dan gak akan melepaskan benda apapun yang sudah di dapatkannya, alhasil si monyet tadi gak bisa mengeluarkan tangannya dari lubang kotak tadi, karena tangannya udah megang apel jadi tangannya kesangkut gak bisa keluar dari lubang kotak tadi dan dengan mudah akhirnya pemburu datang dan membunuh si monyet yang sudah kena jebakan tersebut.
padahal kalau aja si monyet mau melepaskan buah apel yang digenggamnya, dia tetap bisa mengeluarkan tangannya dari dalam kotak tersebut dan mungkin hidupnya gak akan berakhir di tangan si pemburu.

Inti dari cerita ini si pastor bilang seringkali kita itu bertindak bodoh seperti si monyet tadi, kita terlalu serakah menggenggam masalah kita sampai mungkin kita larut dalam masalah kita, buah apel yang di genggam sama si monyet tadi itu menggambarkan masalah yang seringkali tidak ingin kita lepaskan, fokus kita hanya kepada masalah itu yang akhirnya membuat kita terjebak dan gak bisa lari dari masalah itu.

Dari cerita ini gw belajar sesuatu, gw belajar tentang bagaimana "melepaskan".
melepaskan segala sesutu yang mungkin memang bukan menjadi hak gw, melepaskan segala sesuatu yang mungkin memang seharusnya pergi, dan belajar melepaskan segala sesuatu yang dengan atau tanpa dia hidup gw tetap harus berjalan.
(kalian pasti mencium bau-bau gw akan berkata "move on" nih)
oke go to the point, yaph benar! intinya gw mau bilang move on sih hahahahaha
mungkin ketika kita bisa belajar melepaskan segala sesuatu yang memang sudah seharusnya pergi, sesuatu yang jauh lebih baik akan datang, remember Tuhan menjawab doa kita dengan tiga cara, ketika dia berkata "YA" itu artinya permohonan kita sejalan dengan kehendaknya, ketika dia berkata "TUNGGU" berarti saatnya belum tiba, dan ketika dia berkata "TIDAK" itu artinya dia punya rencana yang jauh lebih baik dari yang kita harapkan.

Have a blessed life bloggers :)


Tuesday, April 30, 2013

Make It Simple

Jadi ceritanya minggu kemarin itu merupakan minggu dimana titik jenuh gw udah sampe puncak.
gw jenuh dengan segala yang ada, jadi lebih sensitif dan gampang gak puas, sampai puncaknya gw bilang ke jessica (temen kampus gw) "jess, kenapa sih belakangan ini gw merasa hidup gw hambar banget, gw bosen, berasa labil, berasa gak puas sama semuanya, berasa banyak banget kekurangan di hidup gw, gw jadi gampang marah, tersinggung dan merasa kalo semua yang gw punya belom ada apa-apanya, apa setiap orang yang memasuki fase umur 20 ngerasain hal yang sama kayak gw?" (sampai disini gw mulai mencari-cari kesalahan tentang perasaan gw ini). dan jessica cuma jawab "udah let it flow aja melie, kadang emang gak seperti yang kita harapkan, tapi biarin mengalir aja."

yahh, semua perasaan itu yang gw rasakan di akhir minggu kemarin dan gw bener-bener merasa jadi anak labil, gw mencari-cari kekurangan di hidup gw, mulai menyalahkan ini dan itu, mulai memikirkan hal-hal yang harusnya gak perlu gw pikirkan, selalu mencari kesalahan di setiap keadaan, dan pokoknya hal-hal yang seharusnya gak perlu serumit itu dipikiran gw. rasanya renungan, dan segala bentuk doa mulai dari novena sampe rosario juga gak mempan membuat keadaan gw jadi lebih baik, malah ketika abis doa dan renungan gw masih berasa hambar, dan mulai menyalahkan Tuhan, HA!

Sampai tiba di hari sabtu kemarin saat gw temenin mama di pasar, disana gw ketemu kakek-kakek gitu ceritanya yang tiba-tiba nyamperin gw, nepuk bahu gw dan bilang "hidup ini sederhana koq." sontak gw kaget, soalnya gw lagi sambil ngelamun juga nemenin mama belanjanya, dalem hati gw kenapa malah jadi banyak orang aneh berkeliaran gini sih jaman sekarang. dia ngomong "kamu mau cari apa di hidup kamu?" gw bilang aja "mau jadi orang sukses biar bisa nyenengin mama sama papa." (gw tau ini jawaban yang klasik banget, karena jujur aja udah males juga ngeladenin orang yang gak gw kenal apalagi kakek-kakek, kalo cowok ganteng sih mungkin gw bakalan jawab "dapetin hati kamu..." oke terdengar terlalu kecentilan), balik lagi ke point awal, si kakek bilang "banyak orang kaya tapi gak bisa nikmatin hasil kekayaannya, saya punya temen dia biasa bawa mobil (nama dan jenis mobil disamarkan demi menghindari iklan colongan) manual, terus dia bingung uangnya mau dikemain akhirnya beli mobil fort*ner yang matic biar bisa nikmatin uangnya, pas udah ganti dia berasa semua jalan jadi lebih kecil, bawa mobil jadi ketakutan, takut nyerempet, takut nabrak, bawa mobil jadi kagok, kalo jalan kenceng berasa suka ilang kendali, akhirnya itu mobil dijual lagi, dia balik lagi ke mobil lamanya yang manual, terus jadi gak berasa ketakutan sekarang kalo bawa mobil, ada lagi yang lain punya rumah sama ruko dimana-mana, pas dia meninggal anak-anaknya pada gak beres semua rumah sama rukonya abis dijual, dulu waktu dia hidup dia gak nikmatin, uang cuma di kumpulin bilang buat anak-anaknya biar bisa hidup enak, sekarang kalo dia masih hidup gimana perasaan dia kalo liat rumah sama rukonya udah abis dijual sama anak-anaknya, percuma juga dulu gak dia nikmatin, udah meninggal anak-anaknya juga pada gak beres. satu lagi ada yang bela-belain beli ruko 6M, pinjam uang sana-sini, pinjam bank bunga berbunga, akhirnya stress, punya ruko mahal-mahal juga gak bisa kasih kebahagiaan, saya sampe bilang ke dia dengan uang 6M itu saya bisa bangun rumah kayak istana terus bisa saya nikmatin. hidup ini sederhana koq, asal cukup dan disyukuri, jangan cari-cari kekurangan, perjalanan masih panjang." sampe si kakek selesai, mama juga udah selesai beli barangnya, gw cuma manggut-manggut aja abis itu pamit sama si kakek. sampe akhirnya gw sadar, itu kakek dateng darimana sih koq bisa tiba-tiba gitu dateng kasih wejangan ke gw, emang sih terdengarnya nasehat dia itu agak weird tapi masuk akal juga, satu kata yang masih terngiang-ngiang di kepala gw "hidup itu sederhana koq" yang akhirnya membuat gw berpikir mungkin hal-hal yang membuat gw stress dan frustasi belakangan ini karena gw berpikir terlalu rumit tentang hidup gw, seharusnya gw sadar kalo "asal serba cukup"-nya si kakek yang bisa membuat kita hidup dengan sederhana.
serius sampe gw menulis post ini gw masih gak tau si kakek itu siapa, dateng darimana, dan kenapa tiba-tiba dia ngomong gitu ke gw, apakah karena tampang gw saat itu terlihat sangat frustasi dengan hidup gw, atau apakah tampang gw saat itu terlihat suram *sighs*

Malemnya gw merenung dan betanya-tanya lagi dalem hati "mel, lu sebenernya mau apa dihidup lu?" dan suara hati gw yang lain menjawab "gw mau sukses.", terus suara hati yang pertama nanya lagi "tapikan definisi sukses itu ambigu, cakupannya terlalu luas" hemmm bener juga ya, sukses itu terlalu ambigu sampai gw megerucutkan lagi arti kata sukses itu dan gw jawab "oke gw mau sukses ngebawa mama dan papa keliling dunia dengan hasil kerja keras gw nanti" that's success according to me :)
just ask, kalo bisa dapetin hati pangeran harry itu bisa di kategorikan sukses juga gak?
koq antara sukses dan ngarep terdengar jadi beda tipis gini yaa..

Sunday, April 14, 2013

On My 20th Birthday

Jadi ceritanya saya sudah resmi berusia 20 tahun sekarang??
hemmm... udah termasuk tua belom?

Kisah ini akan di mulai pada jam 12:00 ketika tanggal menunjukkan angka 14 april tahun 2013.
ceritanya malem itu gw udah denger suara grasak-grusuk dari arah dapur, seperti biasa setiap anggota keluarga yang berulangtahun di rumah ini biasa bakalan dikasih surprise jam 12:00 teng, dan gw udah punya feeling itu heeemmm, sebentar lagi pasti ada yang masuk kamar dengan membawa kue dan menyanyikan lagu happy birthday, but the reality is........ gak ada yang masuk kamar!! ini ceritanya orang rumah pada lupa apa gimana sih, gw tungguin sampe jam 1:00, masih juga gak ada yang masuk, akhirnya gw yang memutuskan buat keluar kamar (terkesan agak ngarep yaaa hahaha) dan ternyata diluar kamar koko sama papa masih nonton bola, tapi koq mereka gak nyelametin gw sih?? :( merasa gak di ingat ulang tahunnya akhirnya gw kecewa dan kembali masuk kamar.
sampe di kamar gw masih liat calender sambil nanya sendiri, hari ini benerang tanggal 14 april kan?? hari ulang tahun gw kan?? apa gw lagi de javu ya soalnya gak pernah kejadian begini setiap tahunnya, kayaknya gak mungkin juga orang rumah lupa ulang tahun gw.
gw tunggu sampe jam 2:00, suara TV udah mati, it means papa sama koko udah selesai nontonnya, dan gak ada juga yang masuk ke kamar sesuai dengan harapan gw :(
akhirnya gw ketiduran, sounds so tragic.

Besoknya jam 5:00 pagi gw bangun, tiba-tiba ngerasa pengen minum, akhirnya gw memutuskan ke bawah buat ambil air, nah pas gw turun gak lama papa bangun, biasa tiap hari minggu doi olahraga main sepeda dan biasa emang bangun jam 5, pas papasan sama gw dia diem aja gak menunjukkan reaksi kalo dia bakalan kasih selamat ke anaknya yang satu ini, heiii this is my first year to feel that my age already head 2, but nobody cares, how sad :"""(((
papa cuma bilang "koq bangun pagi-pagi?" awkward.

Akhirnya gw memutuskan untuk tidur lagi dan bangun pas mau siap-siap ke gereja aja.
tapi ternyata setelah gw mandi dan udah rapih buat ke gereja, mereka juga sudah siap dengan kue berangka 20 dibawah ahhh terharu :')
mama langsung mencium dan memberikan kue yang dari malem gw harapkan ada dikamar gw hahahaha...
kata mama biasa kalo di foto masih pada pake baju tidur, kali ini kata mama biar rapih pas difotonya, mereka emang sengaja dari malem gak ada yang mau ucapin, sekalian ngerjain gw, pura-pura lupa kalo hari itu tanggal 14 april.
semua lengkap di ruang tengah rumah dan juga ci yana pastinya, termasuk biby hihihih..
senang sekali diperhatikan oleh orang-orang tersayang.
kado papa udah dari bulan lalu, iTouch 5, gara-gara gw ngebet banget pengen punya iTouch 5 makanya papa udah meyerahkannya dari bulan lalu, sementara kado mama intangible hohohoho..

Selang beberapa hari, nata dan debbie dateng kerumah gw pas gw baru balik kuliah dan lagi tidur gara-gara kecapekan, muka gw masih hun-hun banget gara-gara baru bangun, awalnya gw pikir mereka gak akan dateng karena udah pada sibuk kuliah sama UN, gak taunya mereka dateng juga membawa surprise buat gw :') thank you ladies :*

Dan akhirnya tiada kata yang bisa gw ucapkan lagi kecuali ucapan syukur to my beloved father Jesus, I'm 20 God!! :D terima kasih atas penyertaan, berkat, anugrah dan kehidupan yang sempurna untuk dirasakan ini, terima kasih atas kasihMu selama 20 tahun hidupku dan terima kasih telah menjadi sahabat yang setia melewati hari-hariku saat susah dan senang, I love you Jesus, let's we share and celebrate this special day together :")

Gw iseng-iseng bikin videonya, tapi buat yang videonya gak bisa buka bisa diliat disini yaaa :)
and once again thank you so much guys, i really appreciate it.



worst greeting ever from debbie!!

with my parents :D

my lovely brother, Biby, and ci yana




daddy's present <3

My Tocha (name of this iTouch 5).

they came to my house :D

late surprise from my ladies uuuu

how cute the cakes are!!

with my little family and my girls :*




Saturday, April 6, 2013

Just Daily


Hi bloggers how are you?

Well, berasa agak lama gak posting dan cukup merindukan dunia perbloggers-an ini hihihi
Owkey jujur aja saat ini gw lagi belajar bahan ujian (iya lagi UTS nih) dan gw menyempatkan diri untuk ngeblog, loh koq bisa?
Jadi ceritanya gw mau go green di ujian kali ini dengan sedikit ngeprint bahan ujian, kebanyakan gw pake iPad buat belajar biar less paper gitu ceritanya, alhasil yah begini ini belajar 10 menit main gamenya 30 menit, dipikiran gw malah lebih inget tentang hayday gw (berapa banyak jagung sekarang, tadi sapinya keluarin susu berapa menit lagi, dan tadi yang gw tanem ada jerami apa engga) that's the result of my study HA!

Oke lupakan urusan belajar sejenak (padahal emang udah daritadi lupanya), gw mau cerita tentang kesibukan gw akhir minggu ini, apa saja yang sudah dilakukan.

Dimulai dari kesempatan yang tak terlupakan untuk mengikuti seminar international of CSR (corporate social responsibility), buat gw ini pengalaman yang tidak terlupakan why? Karena disana gw berperan serta menjadi observer yang free registration, disaat orang lain merogoh kocek 2 juta untuk mengikuti seminar ini, gw mendapat kesempatan gratis karena posisi gw sebagai mahasiswi (ada untungnya juga ya sebagai mahasiswi hahahah, suatu saat nanti ketika gw lulus gw akan merindukan saat-saat seperti ini, saat dimana banyak kesempatan yang gw dapat dan bisa dihargai, honestly gw bangga sama kesempatan ini, gw seminar bersama orang-orang yang udah pake jas dan dasi, sementara baju gw hanya berbalut jas almamater hemmm)

Selanjutnya hari-hari yang gak kalah menyenangkan bersama biby, yah seperti yang sudah gw tulis kalo biby udah seperti ade bungsu di rumah ini, belakangan ini setelah gak ngajar lagi gw selalu menghabiskan waktu bersama biby, dan lucunya biby lagi patah hati gara-gara cintanya ditolak anjing husky hahahaha saking galaunya dia jadi suka bengong dikolong meja, gak mau keluar rumah dan gak mau ketemu si husky itu.
Belakangan setelah biby sudah bisa melupakan patah hatinya dia malah kecebur di got deket rumah gara-gara terlalu petakilan lompat sana lompat sini (sumpah nasib biby suram)

Dan lewatlah sudah masa prapaskah, sampai telah lewat masa paskah itu sendiri, happy easter bloggers or happy passover (i think there's be the same meaning, but just because some of broadcast message in blackberry messenger which makes people think that happy easter not worth it at all, so almost all indonesian use happy passover to say "selamat paskah" and I also one of that followers hahaha, but I prefer to use "selamat paskah" after that. And after confirming that statement with my friend who lives in USA she said that in USA actually they use happy easter to say "selamat paskah", not happy passover, passover only used by pastor in their homily, so which one is correct?)
Apapun itu Selamat Paskah bloggers :)










Sunday, March 10, 2013

One Thought in My Mind

Hari ini gw belajar tentang 1 hal, bahwa setiap orang ingin dimengerti.
sebenernya gw udah lama tau akan hal ini, ingin dimengerti dan tidak ingin mengerti, that's the point :)

Bukan bagaimana kita selalu ingin dimengerti, tetapi bagaimana kita mengungkapkan isi hati kita untuk dimengerti.
terkadang sulit untuk mengungkapkan, sama halnya seperti sebuah filosofi yang bilang "setiap manusia mampu berkomunikasi, tetapi tidak semua manusia mampu menyampaikan pesannya dengan baik dan benar untuk mencapai tujuannya."

Kemarin, beberapa hari yang lalu gw ngobol-ngobrol dengan Fifi dan Jessica sambil nunggu kelas, disalah satu perbincangan kita mereka bilang "ada orang yang berani mengekspresikan perasaannya ada orang yang gak berani atau malah gak bisa mengungkapkan perasaannya, pointnya hanya masalah berani atau tidak."

Yah, sampai di kalimat ini gw mulai berpikir, bagaimana jika orang itu mampu mengekspresikan tetapi tidak mampu dimengerti? atau lebih fatalnya ketika orang itu mampu mengungkapkan tetapi tidak ada yang mampu merasakan, bukankah lebih sakit ketika kita berbicara dan bisa didengar oleh orang lain tetapi tidak bisa dirasakan? sampe di point ini bukankah lebih baik diam?

Menurut gw ini sama aja kayak lingkaran setan, dimana kita diam dan tidak ada yang mampu mengerti, kita merasa lebih baik, tapi tidak menyelesaikan masalah, atau kita bersuara tetapi tidak mampu dimengerti, kita merasa lebih baik diam, tetapi "mungkin" dapat menyelesaikan masalah. you guys got the point what I mean?

So, the question is, lebih baik yang mana?

Gw secara pribadi udah lelah mengerti orang lain, lelah untuk selalu berusaha mengerti dan tidak dimengerti, atau yang lebih suramnya lagi lelah dengan orang-orang yang "pura-pura" mengerti.
yeahh, ngomong jujur aja pura-pura dimengerti itu lebih menyakitkan daripada beneran gak dimengerti.
back to the point, where we live in a fake world with fake people.