Thursday, January 2, 2014

Memories in Malaysia

Hi bloggers,
tadi pagi pas bangun tidur sempet kepikiran kayaknya gw punya cerita yang belum sempet ditulis disini, dan berhubung lagi gak ada kerjaan, jadilah gw mengetik tentang pengalaman ini.

sebenernya cerita ini udah pengen gw tulis dari 4 bulan yang lalu. tapi berhubung belum ada waktu jadilah baru bisa terealisasikan hari ini.
ini cerita tentang liburan hemat ala backpacker kemarin di bulan Agustus 2013. ceritanya di liburan bulan Agustus kemarin kita sekeluarga pergi ke negeri tetangga, Malaysia.
bagi kalian yang selalu berpikir bahwa pergi ke luar negeri itu memakan biaya yang mahal, ini saatnya kalian mengubah mindset tersebut.
disini gw akan membagi kiat-kiat menjadi backpacker di negeri tetangga dengan biaya yang tidak terlalu mahal, ya tapi jangan berpikir bisa dengan uang puluhan ribu juga yaa, secara tiket pesawat juga udah berapa.

Kita pergi di tanggal 3 Agustus 2013 kemarin, dengan pesawat AirAsia, tiketnya udah di pesen beberapa bulan yang lalu sama mama dengan harga kurang lebih 1 juta. saat gw pergi waktu itu, dollar sedang naik-naiknya dan berdampak juga kepada ringgit. jadi yang awalnya ringgit dipatokin 3 ribu rupiah menjadi 3 ribu lebih, biar gampangnya kita patokin 3500 rupiah, jadi gampang itungnya.
kita pergi bertujuh, yang terdiri dari gw, koko, papa, mama, ceweknya koko, ii (tante/bibi), dan sepupu gw.
pesawat berangkat kira-kita setengah 5 sore, dan karena bandara kita sedang hectic-hectic nya, gw mendapat antrian ke-11 dan harus menunggu sekitar 1,5 jam di pesawat. ya kalo bahasa umumnya delayed.
samapai di bandara LCCT (Low Cost Carrier Terminal) malaysia kira-kira jam 9 malam, nungguin bagasi, dan baru bisa keluar bandara sekitar setengah 10 malam.
oh iya, kenapa gw sampai jelasin tentang terminalnya, karena bagi kalian yang belum pernah ke Malaysia, kalian harus tahu  kalo Malaysia mempunyai 2 bandara, yang satu LCCT dan yang satunya lagi KLIA (Kuala Lumpur Internasional Airport). dari namanya kalian seharusnya sudah bisa menebak kalo LCCT adalah bandara yang dikhususkan untuk pesawat-pesawat dengan harga murah, dan karena gw pergi naik AirAsia, which means pesawat yang dikategorikan low cost, sehingga gw harus mendarat di LCCT, nah kalo kalian pergi dengan pesawat sekelas garuda, mendaratnya nanti di KLIA. ini juga bisa menjadi info buat kalian yang mau ke Thailand, sama halnya dengan Malaysia, Thailand juga membagi bandaranya menjadi 2, yaitu bandara Dong Mueng (sama kayak LCCT di Malaysia, dikhususkan untuk pesawat-pesawat dengan harga murah sekelas AirAsia) dan Suvarnabhumi (sama kayak KLIA di Malaysia, dikhususkan untuk pesawat-pesawat dengan kelas atas, seharga garuda). kalo ada yang nanya perbedaan kedua bandara ini seperti apa, tentu jangan di tanya, untuk orang-orang kategori VIP pastinya bandaranya lebih bagus dan lebih keren, sementara untuk yang low cost, bandaranya paling engga lebih bagus sih daripada bandara kita, tapi gak sebagus bandara yang kelas VIP tentunya. intinya kalian bisa menilai deh gimana bandara Soetta kita ini di terminal 1 dan 2, wkwkwk *no offense*
dan satu lagi yang perlu kalian tahu bahwa kedua bandara ini berada di lokasi yang berbeda, dengan jarak yang cukup jauh dari Kuala Lumpur, jarak antara Kuala Lumpur dengan LCCT mungkin setara dengan jarak Jakarta-Serpong, dibutuhkan waktu sekitar 45-50 menit dari bandara ke pusat kota. jadi buat kalian yang punya flight dari kuala lumpur, perhatikan bandara keberangkatannya! salah bandara bisa ketinggalan pesawat karena lokasinya yang cukup jauh dan minimnya kendaraan.
setelah selesai mengambil barang, kini saatnya kita pergi ke pusat kota, dan seperti yang gw bilang tadi, bandara ini jauh dari pusat kota dan minim kendaraan, tampilan disini mirip-mirip kayak di sentul kalo kita lihat dari toll menuju bogor. luas, hanya dilalui dari toll bandaranya (sama seperti keberadaan bandara Soetta), gak terlalu banyak kendaraan, pokoknya lapang deh.
untuk menuju pusat kotanya kita bisa menggunakan taksi, tapi karena temanya jalan-jalan hemat ala backpacker, kita bisa menggunakan alternatif lain, yaitu dengan bus yang langsung menuju KL sentral. harga satu orangnya hanya RM 9, jauh lebih murah daripada kita naik taksi.
sesampainya di KL sentral, kita naik taksi ke penginapan, berhubung hari sudah semakin malam, dan perut sudah semakin lapar, serta keadaan jalan yang kita gak tau karena berada di negeri orang, jadilah pilihan taksi menjadi pilihan yang sangat tepat. kita menginap di hotel beltif, daerah pudu, lokasinya di tengah-tengah kota, bagi orang Jakarta, ramainya lokasi ini hampir sama dengan kawasan Mangga Besar, dalam artian bahwa di lokasi ini banyak orang yang jualan makanan sampai malam, tapi kalo mau lebih banyak lagi, kalian bisa ke daerah bukit bintang, disana juga tukang makannya gak kalah banyak, mirip suasana di Glodok kalo malam hari. harga taksi dari KL sentral ke jalan pudu seharga RM 20 /taksi.
sampai di hotel, kita menaruh barang dan mulai mencari makan, berhubung daerah depan hotel juga banyak yang jual makanan, jadi kita gak perlu jauh-jauh untuk mencari makan. gw memilih untuk makan bubur sedangkan yang lain memilih untuk makan nasi, pilihan bubur gw pilih karena hari yang udah malem, kira-kira waktu itu setengah 12 malam, rasanya makan berat juga udah gak mau, tapi kalo gak makan takut laper. just info, kalo kalian nanya rasa bubur di Malaysia seperti apa, satu kata yang bisa gw bilang : Aneh!
Dan kalo kalian mau ada gambaran bubur di Malaysia itu gimana, gw cuma merasa makan nasi pake kuah yang banyak, itulah bubur Malaysia. buburnya masih berupa nasi, gak halus seperti bubur Bun Ong (eh, malah promosi).
selesai makan kita balik ke hotel untuk beristirahat, dan selesailah hari pertama, ketibaan kita di Malaysia.

Hari Kedua, 4 Agustus 2013.
berhubung hari ini rencana kita ke batu caves, jadi kita naik LRT dari stasiun Imbi menuju ke KL sentral, harga sekali jalannya RM 1,6 kemudian dilanjutkan dengan naik LRT dari KL sentral ke stasiun gombak dengan harga RM 1, stasiun gombak ini merupakan stasiun yang langsung berada di depan batu caves.
berhubung cuaca di batu caves panas menyengat, gak ada salahnya kalian coba minum air kelapa disana, hehehe.. disana banyak orang india yang berjualan, secara yaa, sebenarnya batu caves ini adalah tempat sembahyang nya orang india, jadi banyak banget orang india disana. air kelapa negeri orang dengan negeri sendiri tentu lebih enak di negeri sendiri, secara dari ukuran juga buah kelapa di Indonesia lebih besar, airnya lebih manis, kalo disana agak tawar, dan daging buah kelapa di Indonesia tentu lebih tebal dan lebih enak. ahh pokoknya kalo lagi berada di negeri orang, segala hal yang ada di negeri sendiri terasa jauh lebih indah.

stasiun Kl sentral.

para pelancong kali ini.


di depan patung hanoman yang terdapat di batu caves.


masih di batu caves.


patung yang menjadi icon batu caves.


tangga di belakang kalo ditelusuri akan membawa kita ke sebuah goa.


Dan tenyata lagi ada ritual keagamaan agama hindu ketika kita kesana.


persiapan upacara agama hindu.




setelah puas berfoto-foto dan memasuki goa yang berada di batu caves, perjalanan kita selanjutnya adalah menuju genting, cara perginya sama seperti tadi, kita naik LRT dari stasiun gombak menuju KL sentral, biaya pulangnya lebih mahal, yakni RM 2. kemudian dari KL sentral kita bisa menggunakan bus menuju genting dengan biaya RM 10,3. biaya ini udah termasuk harga genting skyway, buat yang gak tau genting skyway itu apa, ini sama seperti kereta gantung kalo di taman mini, jalan menuju genting melewati lembah dan bebatuan, sehingga kalo mau cepet sampai ke puncak genting lebih baik naik genting skyway ini, selain harganya lebih murah, waktunya juga lebih cepat. naik taksi juga bisa, tapi harga yang ditawarkan tentu lebih mahal.
Udara di genting hampir sama dengan udara di puncak, dingin. jadi bagi kalian yang mau kesana jangan lupa bawa baju dingin, seperti jaket, mantel, atau syal. kalo yang kuat dingin pake kaos singlet aja juga gapapa kayaknya.

perjalanan ke genting.


didalam genting skyway.

seperti yang kalian tahu bahwa genting terkenal dengan tempat perjudiannya, bagi orang Malaysia mungkin tempat ini sudah setara dengan las vegas. yup benar, permainan judi di genting sangat beraneka ragam, gw dan papa sempat masuk ke tempatnya tapi gak boleh ambil foto, dan tentunya kita juga gak main disana, cuma liat-liat aja. secara sayang ya boo uangnya di pake judi, mending dipake belanja disana (eh sama aja yaa). yang gw ingat dari tempat itu adalah, mirip dengan timezone. berbagai mesin judi tersedia disana, tempat ATM berjejer di sudut ruangan (mungkin kalo uangnya udah abis buat taruhan judi, bisa langsung ambil di mesin ATM), orang-orang yang datang kesana keren-keren dan separuhnya sudah terlihat seperti setengah baya, dan rata-rata orang disana membawa koper, dalam kesimpulan gw koper mereka itu bukan berisi baju, tetapi berisi uang tentunya.
buat yang dateng ke genting dan gak berniat untuk main judi seperti gw, kalian bisa main di theme park nya.
theme park terbagi menjadi 2, outdoor dan indoor.
outdoornya mirip-mirip seperti dufan, sementara indoornya mungkin mirip-mirip dengan trans studio bandung.
nih gw kasih juga daftar harganya untuk kalian yang ingin bermain di genting theme park ini :

All Park (indoor dan outdoor) :
1. dewasa/adult : RM 70 - ekspress RM 120
2. anak-anak/child : RM 49 - ekspress RM 83
3. paket keluarga/family package/2 dewasa - 2 anak : RM 213 - ekspress 83

Indoor :
1. dewasa/adult : RM 32 - ekspress RM 60
2. anak-anak/child : RM 30 - ekspress RM 56
3. paket keluarga/family package/2 dewasa - 2 anak : RM 109 (khusus yang ini gak ada tiket ekspressnya).

Outdoor :
1. dewasa/adult : RM 54 - ekspress RM 92
2. anak-anak/child : RM 39 - ekspress RM 62
3. paket keluarga/family package/2 dewasa - 2 anak : RM 167 (khusus yang ini gak ada tiket ekspressnya).

*ekspress artinya setiap permainan kita tidak perlu antre.
*daftar diatas pertahun 2013
*daftar diatas adalah harga unlimited pass, kalo kalian gak mau yang unlimited bisa bayar persekali permainan, harganya mulai dari RM 8 - RM 32 (yang kalo menurut gw sih harganya jauh lebih mahal).

 
setelah mendapat ini, langsung bisa main di outdoor sepuasnya.


naik flying coaster.


sensasinya harus dicoba!




suasana outdoor theme park, genting.


cobain cemilan wajib jika ke genting (baca: durian goreng).


berpose bersama icon-icon peterpan.


space shot, (kalo di dufan namanya histeria), tapi jauh lebih seru naik ini, selain lebih tinggi, udara diatas juga jauh lebih dingin.




jet coaster (cork screw), mirip halilintar kalo di dufan, tapi lintasannya lebih panjang dan menantang.




kalo bianglala itu di genting namanya matahari, entah apanya yang bersinar sehingga bisa dijuluki matahari.




yang harus kalian coba dari permainan outdoornya adalah flying coaster! ini sensasinya oke banget, menurut gw dari semua jet coaster yang ada di genting outdoor, hanya jet coaster ini yang bisa bikin adrenalin naik turun, hehehe..
jadi cara mainnya kita masuk ke badan jet coasternya, terus posisi kita tengkurap, dengan posisi tangan didepan, mirip seperti superman yang sedang terbang. seru, deg-degan, pusing, dan bikin nagih.
setelah puas bermain, saatnya mengisi perut.
disana banyak yang jual makanan, yang brand juga ada, sebut aja seperti pizza hut, KFC, dll. tapi jika kalian ingin makan di foodcourtnya juga bukan pilihan yang buruk koq. makanannya enak-enak dengan harga standart, jika di rupiahin mungkin setara dengan harga 30-40ribuan, (standart food court di mall-mall Jakarta).
hari sudah semakin malam, udara semakin dingin, dan badan sudah semakin lelah.
untuk membuang waktu yang tersisa, kita pergi ke mall yang ada disana. daerah genting dikelilingi dengan beberapa mall, tempat permainan, dan tempat judi. kalo kelamaan disini rasanya bosen juga sih pasti.
setelah puas jalan-jalan dan jajan, kini saatnya tidur. kita memutuskan untuk bermalam di first world hotel. jangan takut gak kebagian kamar hotel disini, karena hotel ini terkenal dengan sebutan hotel seribu kamar, kamarnya banyak banget, jadi pasti kebagian tidur, kalo gak kebagian pun masih ada hotel lain yang siap menampung.

nyobain ini di food court genting, nilainya 85 deh.


dalam genting indoor theme park.


di depan tempat casino.


Hari ketiga, 5 Agustus 2013.
perjalanan kita selanjutnya adalah ke melaka.
bangun pagi dari genting, langsung menuju KL sentral lagi dengan menaiki genting skyway dan bus, yang ditebus dengan biaya RM 10,3.
dari KL sentral kita menuju ke stasiun bandar tasik selatan dengan harga RM 1, di daerah bandar tasik selatan ini, banyak bus yang bisa membawa kita ke melaka, biaya naik bus dari bandar tasik selatan ke melaka RM 13,8 /sekali jalan.
kemudian sesampainya di melaka, kita bisa naik taksi untuk mencari penginapan di tengah-tengah kota.
penginapan yang gw pilih di melaka adalah best western wana riverside hotel, lokasi hotelnya tepat di pinggir sungai, yang terdapat akomodasi kapalnya. jangan bayangin sungai disana banyak sampah seperti di Jakarta yaa hehehe.. gw akuin meskipun negara ini menyebalkan tapi setidaknya mereka jauh lebih bisa menjaga lingkungannya daripada orang Indonesia, mungkin ini alasan mengapa mereka bisa selangkah lebih maju daripada kita, air sungainya tidak jernih, tapi setidaknya juga tidak kotor.
jika kalian tertarik mengelilingi sungainya, kalian bisa menggunakan Melaka River Cruise dengan membayar seharga RM 15/ orang dewasa.
yang menarik dari melaka adalah, kota ini merupakan kota bersejarah bagi orang Malaysia, dahulu kota ini dijadikan jalur utama kapal-kapal perdagangan. kota ini juga dijadikan kawasan pelabuhan, perdagangan dan perniagaan. sehingga kota ini dijuluki sebagai "World Heritage City".
banyak kisah sejarah yang bisa kita rasakan disini, salah satunya seperti museum yang memuat beberapa kisah sejarah, dan terdapat juga kapal portugis, yang kata orang sana kapal itu adalah saksi bisu sejarah malaysia dijajah oleh bangsa portugis. kapalnya masih berlabuh dengan kondisi yang masih bagus meskipun telah ratusan tahun berada disana. kita bisa mengambil foto dan bisa masuk ke dalam kapalnya. sayang kita datang sudah terlalu sore, museum dan kapalnya juga udah tutup, jadi cuma bisa foto-foto di depannya.
bangunan di melaka rata-rata bangunan tua, tapi meskipun begitu, bangunannya sangat terawat dan masih kokoh. selain itu kita juga bisa berfoto di deretan bangunan red house (salah satu bangunan yang terkenal juga di melaka), dijuluki red house karena semua bangunan disepanjang lorong ini berwarna merah.
bagi kalian yang tidak suka keramaian, kota ini sangat cocok. pasalnya kota ini tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu ramai, suasana sejarah juga sangat terasa di kota ini.

pemadam kelaparan saat perjalanan ke melaka *iklan*.


ini dia sungai yang tidak terlalu bersih dan juga tidak terlalu kotor itu.


setibanya di melaka.


Melaka River Cruise






becaknya bisa dinaikin, cuma bayar kalo mau keliling.




di depan kapal peninggalan portugis.


di bukit st.paul, di dalam bangunan ini ada kuburan-kuburan jaman dulu, lengkap dengan cerita orang-orang tersebut meninggal karena apa.


jauh-jauh tapi tetep nyarinya ini.


suasana melaka di pagi hari.


Hari keempat, 6 Agustus 2013.
Rencana kita hari ini balik ke Kuala Lumpur.
Kuala Lumpur menjadi kota terakhir kita untuk berkeliling sebelum pulang ke Jakarta.
Bangun pagi dari melaka, dan naik taksi ke terminal bus, harga taksinya RM 15, sementara bus dari melaka ke KL sentral lebih mahal RM 0,2. yaitu seharga RM 14.
sesampainya di KL sentral, kita jalan ke stasiun Imbi menuju chinatown menggunakan LRT dengan harga RM 2,4.
di Chinatown kita bisa berbelanja dengan barang-barang fashion atau sekedar beli oleh-oleh dengan harga murah. suasana di chinatown malaysia hampir mirip dengan daerah pasar baru di Jakarta. disini kita bisa tawar menawar, sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah.
setelah puas berbelanja di chinatown, kita berjalan kaki ke daerah dataran merdeka. buat kalian yang ingin mengabadikan foto, kawasan ini sangat bagus untuk berfoto, soalnya bangunan di sekeliling dataran merdeka mirip dengan bangunan di timur tengah, keren-keren.
selanjutnya jika kalian ingin berfoto di depan menara petronas, dari kawasan dataran merdeka ini kalian bisa berjalan kaki kira-kira 10 menit menuju stasiun LRT masjid jamek dan turun di stasiun KLCC (stasiun yang langsung berada di bawah menara petronas). keluar dari stasiun ini kita sudah masuk ke mall suriah. just info, kalau mall suriah ini adalah mall yang berada di dalam menara petronas, jadi suriah = petronas, jangan nanya lagi petronasnya dimana setelah berada di dalam mall ini, karena berada didalam mall ini = berada didalam menara petronas.
buat kalian yang suka shopping, mall ini recommended deh, harga barang-barang branded-nya lebih murah daripada di Jakarta. sebut aja seperti charles and keith dan hush puppies, harganya bisa setengah harga dari harga yang ada di Jakarta.
kemudian jika kalian ingin naik ke atas menara petronas juga bisa, tapi kalian harus membayar seharga RM 80, dan tentunya jika kalian gak sayang mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk melihat pemandangan kota Kuala Lumpur, hehehehe.. pssstt secara yaa boo just info nih, harga charles and keith kalo lagi diskon disini bisa RM 40 saja. jadi rela gak liat pemandangan doang dengan membayar RM 80??
dan satu lagi, buat kita para turis, berfoto didepan menara kembar petronas adalah penting dan wajib hukumnya! pasalnya kalian gak akan dipercaya pernah menjajaki kota Kuala Lumpur jika gak berfoto dibawah menara kembar ini. karena icon menara kembar ini sudah menjadi icon wajib untuk diabadikan jika kalian berkunjung ke Kuala Lumpur, tentunya dengan wajah kita di dalam fotonya. inget ya, sekali lagi, foto dibawah menara petronas bagi kalian yang berkunjung ke Kuala Lumpur itu penting dan WAJIB hukumnya!
oh iya, pemandangan menara petronas saat malam hari jauh lebih bagus, karena lampunya udah menyala semua, jauh lebih keren berfoto malam hari di menara petronas daripada siang hari. tapi tentunya juga harus dilengkapi dengan camera yang memadai loh yah, salah-salah malah jadi jelek nanti fotonya pas malam hari.
selesai puas berfoto di menara petronas, kita melanjutkan makan di daerah pudu, dekat tempat penginapan kita pada hari pertama, tapi tentu tempat makannya berbeda dan menu yang gw pilih juga bukan bubur lagi.
sekedar info bagi kalian pecinta durian seperti gw, tidak ada salahnya membeli durian disini, rasa durian malaysia enak, harganya juga gak terlalu mahal, tapi buahnya memang sedikit lebih kecil, ukurannya mirip durian medan. yang terkenal disini  durian musang king, harganya sekitar RM 20.

di chinatown, kuala lumpur.




di depan dataran merdeka.


nah dataran merdeka itu cuma lapangan luas seperti ini..


tapi disana juga terdapat perpustakaan nasional kuala lumpur.


twin tower.




saat malam hari jauh lebih bagus karena lampunya udah nyala semua.


Hari keenam, 7 Agustus 2013.
yang merupakan hari kepulangan kita ke Jakarta.
disini gw mau cerita sedikit tragedi dan pengalaman.
kalau di hari pertama gw mendarat di bandara LCCT, di hari kepulangan gw harus flight dari KLIA. seperti yang gw bilang tadi bahwa LCCT dan KLIA merupakan dua bandara yang berbeda dan juga berada di lokasi yang berbeda. maka penting bagi kalian memperhatikan darimana flight kalian atau mendarat dimana flight kalian tersebut.
dari penginapan gw, kita naik LRT dari stasiun Imbi ke stasiun KLCC dengan harga RM 3. kemudian dari KLCC ke KLIA bisa menggunakan bus dengan harga RM 10, atau naik KLIA ekspress dengan harga RM 35.
tragedinya terjadi karena ketidakdisiplinan bangun, yang menyebabkan hampir ketinggalan pesawat.
ceritanya udah pada capek dari kemarin jalan terus, kemudian pada berpikir bahwa hari ini hanya tinggal balik ke Jakarta. pesawat berangkat jam 1 siang, dan seharusnya jam 9 kita udah berangkat ke bandara, tapi ini jam 9 baru pada bangun.
penting bagi kalian yang ingin travel ke luar negeri untuk datang ke bandara lebih awal, lebih baik menunggu daripada ketinggalan pesawat. selain kita gak tau lokasi bandara di tiap negara itu seberapa jauh dari posisi kita saat ini, kita juga gak tau keadaan jalan menuju kesana seperti apa. sebut aja seperti bandara kita, yang kalo siang di toll nya aja bisa macet, nah kalo perginya pas-pasan, bisa ketinggalan pesawat kan.
selain itu kita juga gak tau kebudayaan di bandara di setiap negara seperti apa, di malaysia misalnya, kita wajib check in 2 jam sebelum keberangkatan, gak kayak di Soetta, yang kadang 45 menit sebelumnya aja masih bisa check in.
intinya karena pada telat bangun, kita hampir ketinggalan pesawat.
Dari stasiun Imbi ke KLCC dengan membawa barang-barang dibutuhkan waktu 20 menit, belom lagi nunggu keretanya, abis itu dari KLCC ke KLIA dengan bus bisa memakan waktu kira-kira satu jam, belom lagi nunggu bis nya berangkat. Jadilah sampai KLIA kita semua langsung lari-larian. Tapi satu hal yang perlu kalian tahu bahwa bandara KLIA itu besar dan luas, penataannya rapih, dan lebar, lari-larian disana bisa engap juga rasanya.
saking udah takutnya gw ketinggalan pesawat, gw langsung nanya kepada seorang bapak yang ada ada disana, dimana letak counternya untuk check in. kebetulan si bapak tersebut juga menggunakan pesawat yang sama dengan gw. Dan dengan polosnya dia bilang ke gw "wah sama mbak, saya juga pake pesawat itu nanti, check in nya setengah jam lagi mbak, nanti barengan aja." gw langsung kaget, karena jam gw menunjukkan pukul 12:40, sementara keberangkatan gw pukul 13:00, masa disuruh check in setengah jam lagi? Yang bener aja...
untuk memastikan gw bilang lagi sama si bapak, "pak, saya pesawat yang jam 1 siang, bapak pesawat yang jam berapa?"
dengan wajah kaget, si bapak langsung ngomong setengah teriak kearah gw "mbak pesawat jam 1, baru check in sekarang?! mbak tau gak disini itu check in harus 2 jam sebelum keberangkatan, saya pesawat jam 3 sore. kalo mbak jam 1, saya udah gak tau lagi deh mbak gimana nasibnya."
gara-gara si bapak ngomong gitu, gw makin merasa pasrah. tapi satu yang pasti, gw tau kalo si bapak ini pasti orang Indonesia, dan karena besok pas hari lebaran, gw bisa menyimpulkan bahwa ia TKI yang bekerja di malaysia, yang akan pulang untuk merayakan lebaran di indonesia. mendengar bahasa indonesianya yang bagus dan bisa manggil gw mbak, gw semakin yakin dia orang Indonesia. 
"Yaudah pak kasih tau aja counternya dimana.."
dengan sekali tunjuk dia bilang "disana!" tapi yang gw lihat adalah counter kosong dengan lampu yang udah dimatiin, dalam hati semakin pasrah, pikiran kacau, semua udah pada diem-dieman gak mau ngomong.
gw langsung lari ke arah counter kosong itu, dalam hati gw udah gak bisa berdoa lagi, rasanya mau minta sama Tuhan juga udah bingung, mau merangkai kata-kata juga udah gak kepikiran lagi. Dan cuma bisa nyebut nama Yesus dalam hati, dalam pikiran gw juga udah kebayang bakalan ketinggalan pesawat. sampai di counter kosong, tiba-tiba dari bawah ada mbak-mbak petugasnya, gw langsung minta di check in-in, tapi lagi-lagi gw malah dimarahin, "kamu tahu ini pukul berapa? counter ini sudah tutup pukul 12:20, sekarang pukul 12:45 kamu minta check in? sudah tidak bisa!" 
Kemudian hening...
tapi gw tetep mohon sama si petugasnya meskipun dia tetep geleng-geleng, mujizat terjadi saat tiba-tiba salah seorang temennya datang dari belakang counter menanyakan apa yang terjadi, si mbak-mbak yang geleng-geleng tadi langsung menjelaskan situasinya, dan yang gw simpulkan kayaknya mbak-mbak yang baru datang ini atasannya si mbak-mbak yang geleng-geleng, karena perawakannya lebih berwibawa, terus si mbak-mbak yang geleng-geleng tadi lebih sopan ngomongnya.
Puji Tuhannya, itu si mbak-mbak yang baru muncul dari balik counter langsung ngambil tiket gw dan langsung bilang "langsung check in" ke arah si mbak-mbak yang geleng-geleng tadi dengan menyerahkan kertas-kertas tiket gw. air mata netes, Tuhan Yesus baik! rasa lemes terbayar lega.
setelah di check in, si mbak-mbak yang tadi muncul terakhir langsung ngomong ke arah gw "kamu harus sampai ke pesawat 15 menit lagi, tidak ada penambahan waktu, jika dalam 15 menit kamu tidak sampai, kamu akan tertinggal! barangnya masukin bagasi, kalau tidak kamu tidak akan lewat di imigrasi!" *dengan logat melayu*
Ya Tuhanku, ternyata perjuangan masih belum berakhir...

papa sama koko langsung lari-larian ke arah bagasi yang ditunjuk mbak-mbak tadi, mereka langsung tarik semua koper dan tas, kayaknya berat tas-tas itu juga udah gak berasa kalo situasinya kayak gini.
dan.... sampailah di tempat bagasi yang ditunjuk, tapi ternyata barang-barangnya udah di angkut ke pesawat, udah gak ada lagi petugas disana, dan papa langsung ambil tindakan, "kita langsung ke imigrasi.."
semuanya kita lakuan dengan gerakan cepat dan lari-larian, adegannya mungkin kayak di running man, kejar-kejaran dengan waktu untuk menyelesaikan misi. ini sensasinya lebih seru lagi daripada sekedar naik flying coaster di genting.
bener kata si mbak-mbak tadi, dengan barang sebanyak ini kita gak bakalan lolos di imigrasi, si petugas minta kita buka semua koper. Gahh!! mana keburu 15 menit lagi harus di pesawat dan masuk imigrasi aja belom, malah disuruh buka koper lagi.
petugasnya ngomong melayu, yang kadang dalam keadaan panik, bahasa melayu jadi susah dicerna, gw bingung dia ngomong apa aja, mungkin gw lagi diomelin juga atau mungkin dia lagi curhat masalah pacarnya, entahlah.. tapi intinya dia minta dibukain semua koper.
Dengan kata-kata sedikit memohon gw bilang sama si petugasnya kalo kita hanya diberikan waktu 15 menit untuk sampai ke pesawat, minta tolong supaya dia kasih kita kelonggaran. dan Puji Tuhan, si petugas langsung mengijinkan gw masuk dengan seluruh koper gw tanpa di periksa atau dibuka kopernya, ohh thank Jesus!  
kita langsung menuju imigrasi, dan menuju ke pesawat.
nah ini dia unpredictable yang ke sekian, kalo di Soetta kita bisa berjalan kaki ke pesawat, di KLIA kita harus naik monorail untuk sampai ke pesawat, dan parahnya lagi harus antre untuk naik monorailnya.
hhhhh... waktu udah semakin berkurang dan lagi-lagi cuma bisa nyebut nama Yesus dalam hati.
setelah turun dari monorail, kita juga harus jalan lagi ke airbridge, dan posisi airbridge pesawat gw ada di blok paling ujung, which means kita harus lari-larian, lagi..
Tapi untungnya penumpang cukup banyak dan mereka masih berdesak-desakan untuk masuk ke pesawat, sehingga sedikit delayed.
sampai di dalam pesawat baru berasa capek dan pegel-pegelnya ngedorong koper-koper berat sambil lari-larian.
pas pesawat take off, baru deh bisa berdoa. rasanya daritadi gak bisa ngomong apa-apa ke Tuhan selain nyebut nama Yesus.

Inti dari cerita ini, semoga kalian bisa belajar dari pengalaman gw, kalo lagi travelling ke luar negeri jangan dateng pas-pasan ke bandara, check in internasional itu 2 jam sebelum keberangkatan. 
Kemudian cari tahu dulu posisi bandaranya dimana dan akses kebandaranya gimana, jalan kesana macet apa engga, perjalanannya berapa lama, dan bisa kesana menggunakan akomodasi apa aja.
ini penting jika kalian gak mau ketinggalan pesawat.

sampai di Jakarta, SMS pertama yang di dapet berasal dari petshop tempat biby dititipkan.
Inti SMS nya, suruh jemput biby sebelum jam 9 malam.
Hihih.. rasanya kangen sama biby, setelah beberapa hari gak ketemu.. :D

hari penjemputan biby.


bocahnya lompat-lompat terus, gak mau diem saking senengnya.


Oh iya, tadi di awal kan gw sempet bilang kalo pergi keluar negeri tidak selamanya menghabiskan biaya yang mahal.
Nah, sekarang tebak, berapa biaya yang kita habiskan untuk berlibur ke malaysia?
Hemm kata mama biaya yang kita habiskan hanya kisaran 3 juta rupiah saja per orang, dan udah termasuk tiket pesawat pulang - pergi.
Jadi gak terlalu mahal kan? 
biaya tersebut juga udah termasuk transport, penginapan, dan makan. tapi belom termasuk belanja. untuk makan, disana harganya sandart koq dengan Jakarta, gak terlalu mahal juga.
untuk tiket pesawat jika ingin dapet tiket yang murah bisa dibooking jauh-jauh hari, misalnya 5 bulan sebelum keberangkatan, karena biasanya harganya jauh lebih murah.
jadi bagi kalian yang berencana pergi ke negara tetangga ini, semoga informasinya membantu yaa :)

Tuesday, December 31, 2013

Unexpected Yogyakarta

A city to remember.
mungkin hanya sepenggal kalimat ini yang dapat gw tuliskan untuk menggambarkan apa arti kota jogja bagi gw.
sedikit cerita bahwa kota ini sudah banyak meninggalkan banyak kenangan untuk dikenang sampai saat ini. hemm.. bukan karena gw menemukan dambaan hati gw disini, tapi karena kota ini pernah menjadi saksi bisu dari seperempat kisah hidup gw. (bahasanya agak puitis ala-ala kisah sejarah gini ya --'').

Dimulai dari keberangkatan papa yang ditugaskan oleh tempat kerjanya dulu untuk memegang wilayah Yogyakarta, yang akhirnya membuat kita harus berpisah sama papa.
meskipun setiap 2 minggu sekali papa balik ke Jakarta dan biasa dia balik cuma hari sabtu minggu, tapi percaya deh, pisah sama salah satu anggota keluarga itu sangat tidak mengenakkan. meskipun kita tetep telpon setiap hari, rasa kangen itu gak akan bisa dibayar hanya dengan suara atau komunikasi via text, ada saatnya kita ingin memeluk sosok orang tersebut dan kita membutuhkan dia ada di tempat itu.
akhirnya gak jarang kadang kita yang ke jogja, kadang papa yang ke Jakarta, meskipun kadang waktunya singkat tapi paling engga itu bisa mengobati rasa kangen kita.
singkat cerita juga kalo gw hampir pindah sekolah ke jogja dan mama hampir ingin minta pindah biar bisa ditugasin di jogja juga, bahkan kita sekeluarga hampir berencana untuk pindah ke jogja. tapi ternyata takdir berkata lain, papa akhirnya memutuskan untuk melanjutkan lagi usahanya dan pindah ke Jakarta.

Well, itu sedikit cerita jogja yang menjadi bagian kisah hidup gw dulu.
cerita kali ini akan dimulai dari rasa kangen sama kota jogja yang akhirnya berujung pada pergi liburan sama mama ke jogja tanpa papa dan koko.
kita pergi tanggal 26 desember 2013 kemarin, sehari setelah natal, tentunya kita gak mau natalan gak sama-sama keluarga. gw pergi naik kereta fajar utama yang berangkat dari stasiun senen jam 5:50 pagi, papa yang mengantar keberangkatan kita ke stasiun senen. perjalanan ditempuh dalam 9 jam. kira-kira pukul 3 sore kita udah sampai di stasiun tugu yogyakarta, stasiun yang juga dulu pernah jadi saksi bisu air mata kita hahahaha.. gw inget banget waktu malem-malem mau balik ke Jakarta bersama koko, ko albert (gw panggil dia si ubi karena dia manggil gw si tomat) dan ko hendri (temen-temennya koko), kita dianterin papa ke stasiun ini, rasanya waktu itu gak mau pulang tanpa papa, sampe udah di dalam kereta aja ngeliat papa di depan jendela sambil usap-usap mata rasanya pengen turun lagi. family never left one of another behind (pikir gw saat itu). sampe akhirnya gw dikasih tissue sama si ubi, just info, gw sama si ubi kadang suka kayak tom and jerry (suka gak akur), buat gw nangis depan ubi sampe di kasih tissue adalah kekalahan mutlak, jadilah yang awalnya gw lagi nangis langsung diem. entah niat dia mungkin baik kasih tissue biar buat ngelap, malah terlihat seperti ejekan buat gw. jadi ceritanya gw berhenti nangis bukan karena gw udah ikhlas ninggalin papa, tapi karena gw gak mau dikatain anak cengeng sama si ubi.
kali ini gw sampai di stasiun ini lagi dengan keadaan yang berbeda, gak ada air mata, gak ada rasa takut kehilangan, dan gak ada perasaan sedih, pokoknya gak ada.
malah perasaan seneng karena bisa mengenang semuanya dan seneng karena sekarang pergi dengan suasana liburan, bisa ninggalin aktifitas di Jakarta sejenak, bisa melupakan hal-hal yang gak pengen di inget, pokoknya buat gw liburan itu punya arti "bisa melarikan diri sejenak".

Kita pergi di suasana liburan, yang artinya jogja sedang ramai-ramainya, segala hal yang baik di jogja jadi terlihat buruk, mulai dari : sebenernya orang jogja itu santun dan ramah, sampai dulu gw sering bilang sama koko "ini kalo orang jogja mau nyopet ijin dulu kali ya saking sopannya?" pokoknya dulu itu jogja sangat ramah dan aman, sampe gak takut dengan kejahatan, tapi sekarang malah sebaliknya, hampir ditempat-tempat perbelanjaan yang ramai pengunjung selalu diumumin pakai speaker kalo kita harus hati-hati dengan barang bawaan kita, hal yang dulu gak pernah gw denger kalo berbelanja di jogja. kemudian jogja yang dulu gak pernah macet jadi gak ada beda sama Jakarta pas musim liburan, bahkan harga barang di malioboro yang dulu terkenal miring dan murah, pas musim liburan jadi gak kira-kita ketok harganya (bisa 3 kali lipat). orang-orang yang dulu gw suka karena mereka ramah dan sopan jadi terlihat lebih menyebalkan daripada orang Jakarta yang notabene nya gak sabaran dan keras. mungkin untuk point yang ini mama bilang jogja udah banyak terkontaminasi oleh pendatang yang akhirnya kebudayaan mereka yang baik jadi tergeser oleh orang-orang yang membawa kebudayaan mereka. overall, jogja udah banyak berubah dari yang gw ingat dalam memori gw, tapi satu yang gak berubah, orang jogja tetep terbilang lambat, alias kurang gesit dalam pelayanan, mungkin karena gw udah dari lahir di Jakarta yang terbiasa dengan kalimat "smart" dalam pelayanan di Jakarta, dan terbiasa dengan keadaan yang serba cepat, karena maklum ya boo Jakarta kan keras dan serba bersaing, kalo lama-lama diserobot orang nanti, jadilah gw merasa pelayanan di jogja terbilang lama, contohnya saat makan di restoran cepat saji yang terdiri dari tiga huruf dengan icon bapak-bapak si pembuat resepnya, antriannya bisa sampai menumpuk, padahal bukan jam makan siang atau makan malam. Kasirnya melayani dengan gerakan yang menurut gw "kurang gesit dan kurang cepat" sehingga antriannya menumpuk, dan bahkan di Jakarta gw gak pernah makan di restoran ini dan harus mengantri lebih dari setengah jam, paling lama gw antri pas jam makan siang dan itupun hanya kisaran 10 menit, yang bahkan buat gw itu sudah termasuk lama.
makanan di jogja juga jadi lebih mahal, yang biasanya dengan uang 10 ribu kita udah bisa merasa kenyang, ini udah gak ada lagi istilah 10 ribu. malah dulu waktu papa ditugasin di jogja gw inget banget beli nasi goreng porsi kuli, makannya aja udah berdua koko masaih pake gak abis lagi, kebayangkan banyaknya kayak apa itu porsi, dan kita hanya menebus nasi goreng porsi kuli itu hanya dengan 5 ribu rupiah saja. harga juice dan es teh hampir sama, 2 ribu rupiah, jadi dulu sehat banget setiap hari minum juice dengan 2 ribu rupiah. pas musim liburan harga makanannya jadi lebih mahal, bakso semangkuk yang gak bikin kenyang aja udah 10 ribu, ronde yang ondenya cuma 2 biji aja harganya 5 ribu.
jadi buat kalian yang mau ke jogja, sudah kebayang dong suasana liburan di kota ini jika pas high season?
jangan kaget, dimaklumin aja, namanya juga musim liburan, toh pedagang disana juga butuh melanjutkan hidupnya, dalam setahun mereka paling cuma bisa beberapa kali panen seperti ini.

pemandangan di kereta.



sejauh mata memandang hanya terdapat hamparan sawah.


pebolang kali ini.


Sesampainya di jogja, kita langsung menaruh barang di hotel. kita nginep di daerah sosrowijayan, kawasan malioboro. bagi kalian yang ingin pergi ke jogja dengan kereta seperti gw, daerah ini merupakan kawasan yang tepat, soalnya gak jauh dari stasiun, berada di kawasan malioboro, dan dekat dengan sarana akomodasi, bagi kalian yang gak bawa kendaraan pribadi, disini banyak becak yang siap mengantar ke tempat-tempat belanja, dan jika perjalanan kalian jauh bisa naik transjogja, kalo di Jakarta namanya transjakarta, tapi jangan ngebayangin transjogja ini seperti busway, karena selain haltenya yang lebih mini daripada haltenya busway, bus nya juga lebih kecil daripada busway, pokoknya bagi kalian yang terbiasa dengan busway gandeng, bus di transjogja hanya seperempatnya.
di sepanjang daerah sosrowijayan juga banyak hotel-hotel mulai dari yang mahal sampe yang paling murah juga ada, dan kawasan ini banyak turis asing, mungkin karena banyak penginapan murah dan daerahnya yang strategis.
setelah menaruh barang kita naik becak ke tempat-tempat batik, cukup bayar 15 ribu ke abang becaknya dan kita bakalan dianterin ke tempat-tempat batik terkenal dengan kualitas bagus dan harga yang tidak terlalu mahal, dan yang paling penting 15 ribu ini dari kita naik didepan hotel sampai turun didepan hotel lagi, alias selama berbelanja kita ditungguin abang becaknya. gw dianter ke batik tirtonoto, rumah batik, batik mbah kakung, batik bu karti, dan batik agus. harganya di bandrol mulai dari 90ribu-300ribu keatas. jangan cepet menjudge bahwa harganya mahal karena perlu kalian tahu bahwa batik-batik yang dijual disini asli batik tulis kualitas keraton jadi sebenernya murah dibanding harga di Jakarta. lokasi tempat batik-batik ini ada di jalan Nogosari.
malemnya kita makan di lesehan depan malioboro. bagi kalian yang bingung mau makan apa, jangan takut, sepanjang malioboro kalo udah jam 5 sore keatas banyak lesehan yang menjual makanan, tapi tetep favoritnya pasti gudeg. Tapi buat kalian yang gak suka gudeg kayak gw, kalian bisa milih menu burung dara atau ayam goreng atau pecel lele.


tukang becaknya juga mau eksis.


Hari kedua, kita pergi ke Ambarukmo Plaza, mall termewah di jogja, yang katanya mall ini punya sri sultan. buat orang Jakarta mungkin mall ini udah sekelas dengan Taman Anggrek atau Kelapa Gading, dan berhubung ini sedang akhir tahun, banyak sale disini, gak jauh berbeda dengan suasana mall di Jakarta. cara pergi ke mall ini dengan menaiki transjogja dan karena gw pergi pas lagi ada promo kartu flazz jadi bayar transjogja nya hanya seribu rupiah satu orang, lumayan dari harga awalnya 2500 jadi 1000. katanya promonya sih sampai januari, tapi tanggal berapanya gak nanya, kalo transjakarta yang begini mungkin gw bakalan nanya tanggal berakhirnya ehehehe... secara lebih banyak pake transjakarta daripada transjogja.

ambarukmo plaza.


masih abarukmo plaza.


halte transjogja, mini tapi bersahabat :))


malamnya, kita pergi ke mall malioboro, dari namanya aja udah tau kan lokasinya dimana, cuma bedanya mall ini sedikit lebih kecil daripada ambarukmo plaza.


mall malioboro.


coba beli ini di malioboro tapi tetep gak ada yang bisa ngalahin enaknya Chatime.



dilanjutkan dengan belanja oleh-oleh di kawasan malioboro, yang ternyata saat itu sedang ada karnaval di malioboro, jadilah suasannya ramai seperti ini :



seperti yang gw bilang tadi kalo di musim liburan harga di malioboro bisa diketok sampai 3 kali lipat tapi tergantung pinter-pinternya kita nawar, kalo pedagangnya liat kita tau harga dan gak gampang dibohongin, mereka juga bisa nurunin harga sampai rendah, tapi tentunya ilmu ini hanya dimiliki oleh para ibu-ibu kelas kakap.


Hari ketiga, masih di kawasan yang sama, daerah malioboro, kita pergi ke mirota, lokasinya diujung malioboro, buat kalian yang gak ahli nawar di kawasan malioboro, ini solusi yang tepat bagi kalian, karena toko ini menjual batik dan cenderamata khas jogja dengan harga fix tapi juga gak terlalu mahal, tapi keahlian menyikut juga diperlukan disini, pasalnya kalo pas musim liburan ramai banget, sampe pengap belanjanya, boro-boro belanja, buat jalan aja susah apalagi buat milih barang.


malioboro di pagi hari.


kalo pagi jauh lebih sepi.




suasana di mirota.


pas musim liburan katanya mirota selalu begini.


sampe jalan aja susah.

setelah itu kita pindah ke pasar Beringharjo, temanya aja udah pasar, jadi jangan harap ada AC disini. harga yang ditawarkan di pasar ini juga murah-murah, tapi soal kualitas gak jamin, kalo kata orang ada barang ada harga. dan karena masih suasana liburan pasar ini rame banget sampe kalian harus berjuang melewati lautan manusia untuk berbelanja, intinya gak nyaman belanja dengan kondisi ramai seperti ini.

pasar dengan harga bersahabat.


tapi penuh perjuangan untuk melewati lautan manusia.

sorenya setelah puas belanja dan beli oleh-oleh dari kemarin, gw sama mama memutuskan untuk ke gereja. berhubung udah gak tau lagi mau ngapain dan udah puas belanja juga, jadilah kita memutuskan untuk ke gereja. lokasi gerejanya juga gak jauh dari kawasan malioboro, yaitu di jalan kotabaru, kalo naik becak abangnya minta kisaran 15-20 ribu, soalnya kata abang becaknya jalanan kesana agak nanjak, jadi lebih mahal. padahal kalo jalan kaki cuma 10 menit dari penginapan gw. nama gerejanya, gereja Santo Antonius, jadwal misanya kalo hari sabtu 16:30 dan 18:00 sementara kalo hari minggu 05:30 , 07:00 , 08:30 , 16:30 , dan 18:00 semuanya WIB. jadi bagi kalian yang pas pergi ke jogja di hari yang jatuh pas ada harinya Tuhan, semoga info misanya membantu.

altar gereja santo antonius, kotabaru.




Hari keempat, selesailah sudah perjalanan kita, kereta ke Jakarta berangkat pukul 7:15 pagi, dan sampai di Jakarta setengah empat sore.

dalam perjalanan pulang pun hanya hamparan sawah yang terlihat.


bye jogja, see you in another chance.


Selesailah sudah liburan ke jogja kali ini.
Banyak kenangan yang tersisa disana, tapi tentu keadaannya sudah tidak sama seperti yang dulu gw kenal tentang jogja. Segala sesuatu tentu berubah, hanya saja dia berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk. Jika ia berubah menjadi sesuatu yang lebih buruk, kita tidak perlu mengenang keburukannya, hanya hal-hal baiknya saja yang perlu kita kenang, sekalipun hal itu sudah tidak terlihat lagi, tapi setidaknya hal itu ada dalam ingatan dan benak kita.

Saturday, October 26, 2013

Just Come Back

Gw gak tau harus memulai post kali ini dengan kalimat apa.
well, mungkin kalimat maaf lebih tepat untuk membuka percakapan ini, maaf karena sudah meninggalkan dunia perbloggerans selama.... (coba lihat post yang terakhir tangal berapa).

Jadi biarkan gw mohon maaf dulu bagi pembaca blog ini.
ada beberapa pertanyaan yang dikirim ke email dan mungkin ini juga merupakan pertanyaan yang sama bagi pembaca blog ini, kenapa blog ini gak menceritakan kehidupan sehari-hari gw lagi atau lebih tepatnya kemana diary harian yang selama ini menjadi daya tarik buat blog ini, atau kemana postingan-postingan lama gw sebelumnya?

Let me explain, yaph benar gw memang men-unpublish beberapa postingan gw (gak beberapa sih, sebenernya banyak yang di unpublish), kenapa? karena gw ingin mengganti konsep blog ini, yang awalnya bermula dari konsep diary pribadi yang menceritakan kehidupan sehari-hari tentang cinta, persahabatan, dan keluarga (gaya bahasa gw udah kayak penulis novel roman picisan belom?), sekarang ingin berganti mindset jadi blog tentang perjalanan travel, honestly gw seneng banget ngebaca blog para traveler dan gw suka banget pergi travel, pergi ngebolang dan mencari pengalaman-pengalaman baru, tapi sepertinya banyak yang gak suka dengan perubahan ini, kayaknya blog tentang perjalanan-perjalanan konyol gw ini kurang mendapat sambutan, *mendadak kecewa* padahal sebenernya gw seneng loh travel keliling-keliling jadi bolang gitu, bahkan waktu acara bolang masih ada di tivi gw sempet berpikir jadi host yang ngegantiin si bolang, cuma sayangnya gak pede aja buat apply (oke ini bercanda).
ya intinya begitu, gw pengen mengubah mindset, tapi mungkin kurang mendapat sambutan, lebih banyak yang suka dengan tulisan ala diary pribadinya gw, dan lagi gw cuma bisa travel selama liburan semester yang artinya setahun hanya dua kali, itu berarti gw bakalan jarang posting, sementara udah dapet email juga "kapan posting lagi?"
well, gw cukup terharu, gak pernah berpikir bahwa blog ini akan mendapat sambutan, dan pembaca setia. padahal awalnya cuma iseng-iseng ngespam di blog tapi ternyata ada juga ya orang-orang yang bersedia baca tulisan gak jelasnya gw, thank you for supporting me.
but unfortunately postingan yang udah di unpublish gak bisa di publish lagi :(

Sebenernya besar keinginan gw untuk tetap menjadikan blog ini dengan konsep "My Travel Journal" tapi karena balik lagi tadi, tidak mendapat sambutan so how if I combine the theme?
jadi tetep ada diary pribadinya juga terus juga tetep ada perjalanan travelnya, good idea isn't it? (tetep maksa yaa).
dan itulah alasan kenapa gw mengambil tema blog ini menjadi "Live Life to The Fullest"
gw mengambil tema ini karena, i wanna live my life to the fullest, buat gw hidup ini merupakan suatu anugerah dan kesempatan, so let us live our life to the fullest, nyehehehe laga gw nyeramahin orang, nye-nye..

Okeh yang terakhir yang ingin gw jawab adalah pertanyaan, gimana kabar kehidupan gw, percintaan gw, persahabatan gw, dan keluarga gw?
hemm ini bloggers yang nanya kepo banget yaa... hahahah.. gpp gw senang berbagi pengalaman koq sama kalian.
well, kehidupan gw full of blessings, klasik banget ya jawabannya, abis gw juga bingung mau jawab apa, begini-begini aja sih, di kampus juga semakin datar semenjak udah mau mendekati semester akhir, rasanya di kampus juga hambar banget, kakak kelas yang kece-kece udah mulai magang dan skripsi, jadi udah jarang nongol di kampus, sementara adik-adik kelas yang kece juga gak mungkin dilirik, nanti gw dibilang tante-tante yang haus akan kasih sayang lagi. jadi kebayang kan kehidupan kampus gw sekarang gimana.
kalo kehidupan percintaan gw, Puji Tuhan I have a good relationship with the most handsome guy in my heart, and I call him Jesus *lhoo* yayaya bebas mel bebas..
sementara persahabatan gw juga so far so good. dan yang terakhir tentang keluarga gw, Puji Tuhan juga koko gw masih oon, papa mama masih sehat, dan biby masih bernapas, dan kalo gak ada halangan juga tahun depan keluarga gw akan bertambah satu penghuni baru. eh jangan salah sangka dulu, si biby lagi gak bunting, jadi penghuni barunya yang jelas bukan anaknya biby ya!

What else?
gw rasa semua pertanyaan dari email sudah dijelaskan semua tadi. so welcoming me please, i'm back in bloggers world, euhhh mau banget ya mel?!

Wednesday, July 17, 2013

Our Holiday

ini cerita liburan yang terjadi di bulan Februari kemarin saat libur semester tiba.
jadi gw, nko gw dan ceweknya berencana untuk pergi ke Singapore.

urusan tiket pesawat udah beres beberapa bulan yang lalu dan tinggal membooking apartement disana.
sampai semua yang di rencanakan selesai ternyata sesuatu yang diluar dugaan pun terjadi, 3 hari sebelum keberangkatan pesawat Batavia dinyatakan pailit, dan kita bertiga pulang dengan Batavia Air and it means kita gak punya tiket balik. bukan pebolang nekat namanya kalo cuma gara-gara gak punya tiket pulang kita membatalkan keberangkatan kita, masalahnya bukan apa sih, kdi 3 hari menjelang keberangkatan itu urusan apartement udah beres dan udah kita transfer uangnya, terus juga kita udah beli tiket universal dan sea aquarium, yah meskipun kita rugi gara-gara si Batavia yang dinyatakan pailit itu, kita akan lebih rugi lagi kalo sampe gak jadi berangkat, jadi inilah alasan kita tetap berangkat.

tanggal 5 februari 2013 merupakan hari keberangkatan kita.
pesawat kita landed jam 8 waktu singapura, dan kita langsung menuju apartement yang telah kita booking dari Jakarta, kebetulan pemiliknya juga orang Indonesia, lokasi apartemen ini di daerah YiShun, jadi kalo dari Changi kita naik MRT dan ganti di City Hall (dari jalur hijau ke jalur merah), jujur apartementnya jauh dari bandara, butuh sekitar 1,5 jam, harga permalamnya untuk 2 orang 40SGD, untuk 3 orang 60SGD (yang pakai AC) dan 50SGD untuk 3 orang yang gak pake AC. biasanya kalo ke singapore gw nginep di daerah kembangan, nah kalo disini lebih asik lagi soalnya deket dari Changi cuma 10 menit, pemiliknya juga orang Indonesia, harga kamarnya 85SGD untuk 3 orang dengan kamar mandi di dalem, dan 75SGD untuk 3 orang yang kamar mandinya diluar, lebih satu orang kena charge 10SGD. cuma karena pemilik yang di kembangan mau balik ke Indonesia dalam rangka chinese new year jadilah kita pilih alternative lain, nginep di daerah YiShun, jujur enakan di kembangan karena lebih deket kemana-mana, naik MRT gak sampe 1 dollar, kalo di YiShun naik MRT sekitar 1,5 dollar.
hari pertama kita sampai di Singapore kita langsung menuju China town, bukan orang Indonesia namanya kalo gak inget oleh-oleh, iya jujur aja gw juga bingung kenapa kebudayaan orang Indonesia itu harus memasukkan daftar wajib oleh-oleh kalo pergi kemana-mana, setau gw kebudayaan orang luar negeri itu kalo pergi ngebolang kemanapun gak pernah inget yang namanya oleh-oleh, tapi yasudahlah emang awkward juga kalo sampe balik ke tanah air dengan gak membawa apa-apa buat orang-orang dirumah lagian gw juga masih termasuk orang Indonesia yang menganut budaya timur koq.
selesai belanja di China town kita melanjutkan perjalanan kita ke little india, kita sempet makan disini, meskipun disini banyak orang india tapi makanan yang kita pelih tetep chinese food hahaha entah kenapa gak terlalu suka dengan makanan india.
selesai makan kita langsung melanjutkan perjalanan kita ke stasiun City Hall, awalnya kita pengen ke merlion esplanade tapi berhubung cuaca kurang bersahabat di hari itu, jadilah kita berteduh di salah satu museum deket sana, gw lupa nama museumnya yang jelas kalo kita naik ke lantai atas gak bayar alias gratis tapi kalo kita masuk ke lantai bawahnya kita mesti bayar, harganya berapa juga gw lupa yang pasti isi museum ini cuma menampilkan barang-barang peninggalan jaman dulu, uang-uang kuno, dan kita bisa nonton juga sejarah kota singapura dulu sebelum menjadi negara modern seperti saat ini.
hari udah semakin sore dan berhubung perjalanan pulang kita ke YiShun cukup jauh, kita memutuskan untuk balik ke apartement, rencana ke merlion nya kita tunda besok.




suasana China town.


pebolang kali ini.

6 februari 2013
rencana kita di hari ini adalah pergi bermain ke sentosa island.
tepatnya universal studio dan sea aquarium. tiketnya udah kita beli dari Indonesia, gw memesan tiketnya di kaskus dengan harga 58SGD dia itu satu dollarnya waktu itu 7500rb, jadi harganya 435rb, lebih murah daripada kita beli di loket, harga loket sekitar 75SGD, jadi buat kalian yang kepengen pergi ke universal lebih baik memesan tiketnya dulu dari sini, harganya juga lebih murah koq.
selesai ke universal kita lanjut ke sea aquarium, ini sama aja kayak seaworld kalo di jakarta, sama halnya dengan tiket universal, tiket sea aquarium juga gw beli di kaskus, harga tiketnya 20SGD kalo di kaskus, kalo di loket sana gw lupa nanya tapi biasanya harga loket jauh lebih malah daripada kita beli online di Jakarta.
selesai dari sana kita pergi makan masih di kawasan sentosa island. oh iya cara ke sentosa island ini bisa naik bus dan MRT, kebetulan kita naik MRT, jadi kalo naik MRT kita turun di stasiun HarbourFront kemudian cari pintu keluar ke arah mall Vivo City, dari Vivo City naik monorail, sampe deh ke sentosa island.
harga makanan di sentosa island emang lebih mahal daripada harga makanan diluaran, maklum lah ini kan tempat rekreasi.

Universal Studio.

With Po.







7 Februari 2013
harusnya hari ini kita pulang tapi karena gak ada tiket, kita memutuskan untuk cari tiket dulu pagi-pagi, berhubung ini udah mau chinese new year harga tiket juga udah gak karuh-karuhan, seorang bisa kena 3juta, sementara kita bertiga, berasa juga beli tiket 3juta buat singapore-jakarta, maka dari itu kita di rekomendasiin sama pemilik apartementnya buat nyebrang dulu ke Batam, ini sekalian menjadi informasi buat kalian kalo belom punya tiket balik, coba nyebrang dulu ke Batam, terus cari penerbangan dari Batam ke Jakarta, harganya jauh lebih murah, untuk nyebrang ke Batam nya sendiri kita bisa menggunakan ferry dari HarbourFront, jangan takut ferry nya banyak banget yang nyebrang ke Batam, hampir setiap jam ada yang nyebrang, kita nyebrang menggunakan Batam Fast, bisa booking online juga koq tiketnya, seorang kena 18SGD (ini udah termasuk fuel charge dan tax, sebenernya harga tiketnya sendiri cuma 5SGD).
selesai kita booking tiket, kita pergi ke bugis, buat kalian yang suka belanja barang-barang murah seperti baju, jam tangan, aksesoris apple, disini gudangnya, harganya murah-murah, contohnya aja gw beli sarung iPad yang disini dijual sekitar 250ribu, disana dijual cuma 20SGD (waktu itu dollar singapore itungannya 8000rupiah, jadi kalo di total harga sarungnya cuma 160ribu). beli oleh-oleh disini juga oke, hampir sama lah harganya sama di china town, tapi gw lebih prefer dan merekomendasikan di bugis sih.
selesai belanja kita pergi ke merlion esplanade, nah buat kalian para turis yang baru pertama kali ke singapore ini icon wajibnya, sipapun yang belum pernah ke singapore wajib foto disini hahaha...
cara kesininya gampang tinggal naik MRT ke City Hall, terus nyebrang deh lewat jembatan bawah tanah, dan melalui hoter Fullerton juga, emang agak bingung jalannya, tapi tanya-tanya orang aja pasti pada tahu koq.
jam sudah menunjukkan semakin siang dan kita harus segera menuju HarbourFront untuk nyebrang ke Batam.


Merlion Esplanade.






Perjalanan menuju Batam (dalam Ferry).

(suasana Batam)
Jujur ini pertama kalinya kita menginjakkan kaki di Batam, kalo kalian abis dari Singapore terus ke Batam kalian pasti akan kaget, perbedaannya agak antara langit dan bumi hahaha..
Singapore dengan segala keteraturannya, kebersihannya, dan ke modern-annya, berbanding terbalik dengan Batam.
waktu yang kita habiskan untuk menyebrang dari Singapore ke Batam kurang lebih 1,5 jam.
kita gaj terlalu banyak berkeliling di Batam meskipun tempat ini terkenal dengan barang-barang black market yang murah-murah, karena keterbatasan waktu kita langsung segera menuju bandara Hang Nadim dan memutuskan menacari makan disana.
jujur aja harga makanan di Batam gak jauh beda dengan Singapore, mahal-mahal, makan padang yang cuma nasi dan rendang aja harganya udah mau 30ribu, kerupuk udangnya ada 7ribu, sampe gw merindukan makanan padang sederhana di deket rumah yang rendangnya enak gak ketolongan dan cuma 12ribu.
yah i admit it kalo harga makanan di Batam mahal-mahal, mungkin karena taraf hidup mereka yang sudah sejajar dengan Singapore, terlepas dari banyak barang murahnya disini.
mungkin kalo ada kesempatan lagi kita juga akan mengunjungi Batam dan keliling kotanya nanti.
pesawat delayed cukup lama yang seharusnya kita sampai Jakarta jam 19:00 jadi sampai hampir jam 22:30, tapi ini trip pertama ke luar negeri tanpa orang tua, yah meskipun gak terlalu jauh cuma Singapore tapi tetep aja feel so excited! :D


Friday, June 21, 2013

What I Supposed Do

Glad to hear that holiday is coming!!

Hari ini merupakan hari terakhir ujian semester di semester 4 ini, it means gw sudah menyelesaikan semester 4 ini. jujur semester 4 adalah semester terberat gw, entah kenapa nilai-nilai UTS di semester ini angkanya absurd banget dan unbelievable sampe gw stress ngeliatnya. dan kalo boleh jujur lagi UAS gw pun tidak sebaik harapan gw, even gw udah kerja keras untuk belajar dan memaksakan diri untuk mempelajari semua bahan UAS dengan baik, bahkan beberapa hari ini gw bangun jam 3 atau jam 4 pagi hanya untuk belajar lagi meskipun akhirnya gw harus nyolong-nyolong tidur dimanapun, termasuk di dalam angkot, yaaa gw baru benar-benar merasakan kehidupan anak kuliah di semester ini, waktu itu gw mikir gila ya orang yang dapet nilai C, gak belajar kali, gak kebayang kalo itu gw, and the reality is sekarang gw adalah orang itu, gosh! gw mengutuki diri gw sendiri.

Yang berlalu biarlah berlalu.
yaaa gw juga gak bisa berbuat apa-apa lagi kan untuk nilai gw, dan bahkan sekenario terburuk pun sudah gw siapkan, gw mulai nabung bulan depan untuk SP, jujur aja gw benci menerima kenyataan bahwa gw sepesimis ini dengan dunia kuliah gw, meskipun nilainya belom keluar gw sudah membayangkan nilai terburuk dan skenario SP di tahun depan, tapi gw yakin gw akan lebih benci lagi dengan diri gw seandainya gw menghibur diri gw dan pura-pura optimis dengan nilai gw yang jelas-jelas akan memberikan harapan palsu.

Well, gw menceritakan ini tidak dengan nada sedih loh, malah gw lagi seneng banget karena this is a little freedom for me! yey!! *brb dansa sama ondel-ondel dulu*.
it's okey, hidup itu harus jatuh bangun, setiap ada tanjakan pasti ada turunan, sama halnya dengan naik angkot, kalo naik pasti nanti mesti turun juga kan (gak tau hubungannya apa sama angkot, tapi please anggap aja nyambung biar gw seneng).
gw malah lebih excited menceritakan rencana-rencana gw kedepan hemmm

Rencana gw di liburan semester ini, gw akan...... pergi keluar masuk bioskop! huahahahahaha
cinema man bahasa inggrisnya, cinema, Y U No Cinema?
entah kenapa gw jadi kesenengan gini sama rencana gw, oke sedikit penjelasan, gw bukan anak yang hobby nonton banget tapi ya haruslah nonton buat refresing, dibilang suka sampe hobby dan maniak si engga cuma emang sedikit kebutuhan lah kalo nonton, cuma entah sejak kapan gw merasa gak suka lagi ke bioskop, mungkin gara-gara kenangan terakhir di bioskop dengan seseorang *opss jadi curhat*, yang akhirnya membuat gw gak suka pergi ke bioskop, terakhir setelah gw mulai belajar untuk melupakan, mulai mengembangkan kepercayaan diri gw lagi untuk ke bioskop sendirian tanpa embel-embel temen, gw malah di ketawain sama mba-nya *sighs* cobaan hidup emang berat man!
waktu itu gw dateng sendirian ke bioskop gw lagi kepengen banget nonton, lagian ini film lucu koq, kesukaan gw pula (cartoon) oke sebut nama aja, madagascar 3, karena ini film wajib yang harus gw tonton dan karena tidak menemukan teman untuk menemani karena kesibukan masing-masing termasuk nko gw, makanya gw memberanikan diri dateng ke bioskop sendiri, sampe di bioskop yang gw ingat gw bilang sama mba nya mau nonton madagascar 3, dan si mbanya nanya "untuk berapa orang ya kak?" dan gw jawab "satu" (apa yang salah dengan jawaban gw, emang bener koq gw cuma nonton sendiri, masa gw harus beli 2 tiket biar terlihat keren?!) dan ekspresi yang tidak terlupakan dari seorang mba-mba penjaga karcis bioskop adalah dia langsung senyum sambil nutup mulutnya (senyum-senyum yang sok manis gitu) GAH! bedebah nih mba! gw langsung bayar dan meninggalkan counter, apa sih salahnya dengan prinsip single, gak semua orang yang ke bioskop bawa pasangan kan, dia gak tau sih cobaan hidup gw berat banget, udah gak ada temen buat diajak nonton, dateng sendirian, di ketawain lagi, mulai saat itu gw trauma beli tiket untuk satu orang, dan memutuskan buat beli DVD aja di puja sera atau buffering di youtube, miris emang.
kali ini gw akan mendatangkan si mba itu lagi dan dengan membusungkan dada gw akan beli satu tiket, enak aja masalah banget emang buat dia kalo gw beli satu tiket doang, gara-gara dia gw jadi ketinggalan film-film anak gaul yang wajib di tonton kan!

Nah itu satu dari rencana gw, sisanya di ceritain next post aja deh, gw mau nonton Habibie dan Ainun dulu nih, iye gw tau udah telat, but it's better late than never kan?! (cari pembelaan).

Wednesday, June 12, 2013

He is My Joy

Bloggers, post kali ini gw ingin membagi sebuah renungan, mungkin renungan yang akan gw share ini merupakan renungan lama yang mungkin juga beberapa dari kalian pernah membaca sebelumnya. gw mendapatkan renungan ini dari papa sekitar tahun 2008, dan tadi ketika bongkar-bongkar email gw menemukan renungan ini lagi, begini isi renungannya :


"Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling
menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.

Pohon pertama berkata, "Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku
akan diisi dengan emas, perak dan berbagai batu permata dan semua
orang akan mengagumi keindahannya."

Kemudian pohon kedua berkata, suatu hari kelak aku akan menajdi kapal
yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia.
Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada
dekat denganku.

Akhirnya pohon ketiga berkata, aku ingin tumbuh menjadi pohon yang
tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan
berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan Tuhan. Aku
akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang akan mengingatku.

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok
penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu. Pohon pertama
dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan
dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi doanya tidak menjadi kenyataan
karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makan
ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan diisi jerami.

Pohon ke dua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya
menjadi kenyataan. Tetapi ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah
perahu nelayan kecil. Impiannya untuk menjadi kapal besar untuk
mengangkut raja-raja telah berakhir.

Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan
dibiarkan teronggok dengan gelap.

Tahun demi tahun berlalu, dan ketiga pohon itu telah melupakan
impiannya. Kemudian suatu hari, sepasang suami-istri tiba di kandang.
Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di atas tumpukan jerami
di kotak makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang
datang menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa
didalamnya diletakkan harta terbesar sepanjang masa. 

yakni Yesus yang lahir didalam palungan itu.

Bertahun-tahun kemudian, sekolompok laki-laki naik ke atas perahu
nelayan yang dibuat dari pohon ke dua. Ditengah danau, badai besar
datang dan pohon kedua berpikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk
melindungi orang-orang didalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu
berdiri dan berkata "DIAM! Tenanglah!" dan badaipun berhenti. Ketika
itu, tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja diatas segala raja. 

karena laki-laki yang berada di atas kapal itu adalah Yesus sendiri.

Akhirnya, seorang datang dan mengambil pohon ke tiga. Ia dipikul
sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya.
Laki-laki ini kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit.
Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan Tuhan,
karena ternyata lelaki yang dipakukan itu adalah Yesus yang disalibkan padanya.

KETIKA KEADAAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH SANG
PENCIPTA MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA, IA
AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT BESAR. KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG
MEREKA INGINKAN. TETAPI TIDAK DENGAN CARA SEPERTI YANG MEREKA
BAYANGKAN. KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA. KITA
HANYA TAHU BAHWA JALANNYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALANNYA ADALAH
YANG TERBAIK."


Demikian isi renungan yang dikirimkan papa saat itu, yang gw ingat ketika menerima email ini, papa sedang ditugaskan ke luar kota dan saat itu gw cerita melalui telpon bahwa gw ada masalah di sekolah, papa begitu menghibur gw saat itu di telpon dan beliau mengirimkan email ini setelahnya.
tadi ketika ngobrak-ngabrik email ternyata gw ketemu email ini lagi, wahhhh merasa sangat di berkati, dan gw juga ingin membagikan email ini kepada bloggers agar kalian merasa terberkati juga seperti yang gw rasakan hihihi.. sama kayak bacaan renungan injil kemarin yang bilang "kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma karena itu berikan juga dengan cuma-cuma (mat 10 : 8b)"
so, semoga renungan singkat ini menjadi berkat bagi kalian yang membaca yaa :D

Oh iya, lagu pujian yang menemani renungan kali ini judul nya "Kasih Sejati" liriknya kayak gini :

Kau t'lah memberi, terlebih dari yang ku sadari
karena-ku melihat apa di depan mata
namun Engkau sanggup, melihat jauh ke dalam hati

Kau mengajarku satu yang dulu tak ku pahami
bahwa yang terbaik di dalam dunia ini
telah sejak lama ku miliki

Kasih yang sejati lahir dari relung hati
yang tiada ingin memiliki, namun selalu membagi
Kasih yang sejati tumbuh dari dasar jiwa
yang tiada selalu meminta namun selalu percaya

Well, be blessed bloggers, Let Jesus our King and our Father be our Joy! :)

Sunday, June 9, 2013

How I miss My Childhood

Gw sangat merindukan masa kecil gw, masa dimana semua terasa sangat menyenangkan dan masa dimana gw melihat bahwa hidup itu indah.

Ceritanya hari ini gw baru aja bernostalgia ke salah satu.. apa ya disebutnya, gw juga bingung nyebutnya, ini bukan mall sih, bukan taman hiburan rakyat, bukan pasar malem juga, ahhh sudahlah sebut nama aja, lokasari.
bagi kalian yang tinggal di daerah kota khususnya mangga besar pasti tidak asing lagi dengan tempat ini.
yah, gw juga dulu termasuk penghuni yang tinggal di daerah mangga besar, daerah kartini lebih tepatnya, bagi kalian yang suka beli ikan pasti tau nama daerah ini, terkenal dengan tempat jualan ikannya.

Yang gw ingat dari tempat ini dulu adalah masa kecil gw, buat gw dulu tempat ini termasuk salah satu hiburan dekat dan menyenangkan dari rumah, dulu gw sering minta mba gw temenin gw kesini kalo gw lagi pengen beli komik di toko gunung agung atau saat gw lagi kepengen main timezone, kadang gw kesini sama mba dengan naik angkot dari depan rumah sakit husada atau kalo lagi males bisa naik bajaj dari depan gang rumah, banyangin bajaj! bajaj! (baca : bajai), sesuatu yang udah jarang gw temukan di daerah rumah gw sekarang, ahhhh si roda tiga itu udah seperti kendaraan pribadi buat gw dan mama ketika masih tinggal disana :'(  i miss the driver too (siapa sih tuh tukang bajaj langganan mama, gw lupa namanya tapi kalo disuruh tunjuk orangnya gw inget deh).
singkat cerita, lokasari ini juga merupakan tempat perkumpulan geng labil gw dulu jaman SD, kita sering banget nongkrong setelah pulang dari gereja di restoran cepet saji yang hanya terdiri dari 3 huruf dengan icon bapak-bapak yang membuat resepnya, ya gak usah gw sebutin kalian juga pasti udah tau restoran cepat saji apa yang gw maksud.

Singkat cerita lagi, tadi setelah acara di kantor, mama bbm gw "de, selesai acara ke tempat memeh yaa, mama lagi di mangga besar, baliknya barengan, koko jemput nanti." dan gw jawab "oke.."
sampe di halte olimo gw bbm mama lagi  "ma, udah di halte olimo, dd otw tempat emeh yaa"
tapi mama malah bales "gak usah deh de, mama mau ke lokasari nih, mau sekalian belanja bulanan, langsung aja ketemuan disana"
dalem hati gw : lokasari? wahh gw udah lama banget gak ketempat ini, biasa cuma lewat doang. perasaan gw langsung senang saat itu dan berpikir bahwa gw akan melihat kenangan-kenangan masa kecil gw, dengan perasaan excited gw menuju lokasari.

Sambil jalan gw sambil bbm-an sama temen gw, kira-kira percakapannya begini:
"lu udah dimana mel?"
"daerah kota, mau ke lokasari nih gw"
"ngapain lu kesana? mau cari uang jajan tambahan? hahahah"
"hah? maksudnya?" (ini gw serius nanya karena gak ngerti apa maksud dia)
"sorry mel, jangan marah hehehe" (serius deh gw sebenernya gak marah sama sekali tapi mungkin temen gw ini membaca isi bbm gw dengan nada marah, padahal gw masih bingung sama maksudnya)
"gak marah koq, cuma emang gak ngerti maksud lu."
"lu kesana sendiri?"
"gak koq, sama nyokap."
"oh, iya jangan pisah sama nyokap, jangan jalan sendiri, entar ditawar lu, kalo lu ditawar, tawar balik mel! hahahah" (gw makin bingung sama anak satu ini dengan kata-kata yang bikin gw jadi tersinggung juga, mulai dari uang jajan sampe tawar-tawaran, absurd! gw kesini mau mengenang masa kecil gw man, bukan mau cari babi guling yang mesti ditawar-tawar.)
"aneh lu! gak ngerti gw lu ngomong apa"
dia bbm lagi dan selanjutnya cuma gw read.

Sampe di lokasari mama udah nunggu, dan mata gw tertuju ke salah satu makanan cepat saji yang terdiri dari tiga huruf itu, gw langsung bilang ke nyokap "ma, de laper nih, makan yukk"
mata nyokap langsung melihat ke arah restoran cepat saji itu, dan kita langsung masuk kesana, dalam hati gw, tempat ini banyak kenangannya nih dulu, tiap minggu gw pasti kesini bareng temen-temen SD gw, ahhhhh masa-masa itu.. gw senyum-senyum sendiri sambil melihat detail tempat ini, sudah berubah dari yang dulu tentunya.
setelah menemukan tempat duduk yang pas gw mulai makan sama nyokap, rasa ayam di restoran cepat saji ini dimanapun sama yang membedakan bahwa tempat ini punya kenangan tersendiri bagi gw. tiba-tiba gw jadi kangen temen-temen SD gw itu, kita terdiri dari 5 orang, yang satu udah lanjut ke luar negeri, yang satu lanjut ke luar kota dan duanya lagi lost contact :(
sambil asik makan dan cerita tiba-tiba ada dua orang kakek-kakek duduk tepat di samping meja gw dan nyokap, penampilannya cukup keren tapi dari segi usia mereka udah bau tanah, entah kata-kata apalagi yang bisa melukiskan gambaran gw tentang dua orang itu.
gw masih lanjut makan sama nyokap dan masih sesekali ngobrol, setelah kemudian di samping meja gw dan nyokap selanjutnya duduk seorang mba-mba dengan pakaian minim yang menurut gw nyaris kayak gak pake baju -__- sebagai cewek gw risih juga ngeliatnya, dengan pakaian rok yang dinaikin ke atas dan baju yang diturunin kebawah gw langsung berpikir, masih mendingan keponakan gw andukan, anduknya masih lebih panjang dari pakaian si mba-mba ini. jadi sekarang meja gw dan nyokap berada di tengah-tengah di antara 2 orang kakek-kakek bermuka mesum itu dan diantara si mba-mba yang nyaris gak pake baju, hemm risih.
karena gw sadar bahwa setiap orang punya hak yaa gw bodo amat dan memilih buat melanjutkan makan.
gak lama dua orang kakek itu mulai kasih-kasih kode ke mba-mba di meja sebelah gw, dan si mba-mba itu juga kayak kasih-kasih kode yang gw gak ngerti maksudnya apa tapi sambil kedip-kedip mata dan kemudian si mba itu bilang "entar ya."
*gw bengong* sesekali ngeliat ke kanan, sesekali ngeliat ke kiri, karena pandangan gw yang gak nyantai mungkin, mama langsung kasih kode juga dengan menendang kaki gw, gw nengok ke mama dan mama bilang "makannya cepetan! jangan kepoin orang"
meskipun masih bingung akhirnya gw nurut aja, entah kenapa gw berasa otak gw lemot banget di dalem tadi.
selesai makan kita langsung cepet-cepet keluar di luar mama langsung kasih penjelasan kalo itu si mba-mba tadi dan si kakek-kakek tadi lagi tansaksi tawar-menawar dan bla bla bla yang dijelasin sama mama yang akhirnya gw ngerti.

Setelah makan gw masuk ke dalam lokasari, dan.... gw menemukan bahwa tempat ini udah bener-bener berubah dari yang terakhir gw kesini, terakhir gw kesini entah berapa tahun yang lalu dan tempat ini gak begini, gw norak.
lantai satunya mirip-mirip kayak mall daan mogot (kalo kalian udah pernah kesana), lantai duanya mirip kayak roxy mas, dan lantai tiganya supermarket.
gw bilang sama mama, ini tempat apaan, koq beda.
yang buat risih adalah banyak orang yang berpakaian mini disini, gak ada beda dengan pakaian ke pantai dan yang paling parahnya lagi gw jadi sesek napas karena banyak yang ngerokok secara sembarangan disini, dalem hati gw : dulu kayaknya gak begini deh.
singkat cerita mama minta gw langsung ke supermarketnya dan suruh gw langsung ambil barang-barang keperluan gw, entah emang karena gw udah terbiasa belanja di ca***four yang semuanya serba lengkap, gw jadi canggung di supermarket ini, bahkan sampoo gw pun gak di jual disini, kata mba penjaganya merek sampoo gw gak masuk kesini, hemm yaudah gw belanja keperluan yang ada aja akhirnya.
selesai belanja gw nanya ke nyokap "ma, kenapa tiba-tiba punya niat belanja di sini sih?" kata mama biar sekalian jalan, lagian udah lama juga gak kesini jadi kangen, tapi ternyata segala sesuatu yang ada disini udah berubah.

Hemm yaa gw gak menyesal ke tempat ini hari ini, gw jadi tahu apa saja yang sekarang sudah terjadi disana.
tapi gw menyesal karena gw menemukan fakta bahwa segalanya sudah berubah.
dulu buat gw tempat ini sangat nyaman bahkan untuk anak kecil seusia gw saat itu, disana emang ada diskotik seinget gw, tapi toh hal itu tidak membuat tempat ini dicap sebagai tempat yang buruk diluaran sana.
sekarang gw jadi tahu maksud temen gw tadi, dan satu yang gw pelajari bahwa segala sesuatu pasti akan berubah, as my lecture said "nothing's permanent in this world, except change."
gak ada yang permanen di dunia ini, kecuali perubahan, segala sesuatunya pasti berubah hanya tinggal berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk, ketika ia berubah menjadi sesuatu yang buruk, yang dapat kita lakukan hanya menerima, tetapi kita tidak perlu mengenang hal-hal yang buruknya, cukup kenangan akan hal-hal baiknya saja yang kita ingat dan kita simpan, sekalipun itu tidak dapat kita lihat lagi namun setidaknya itu ada dibenak kita.